7 Tokoh Asing yang Mendukung Kemerdekaan Indonesia: Mulai dari Perwira Jepang hingga Pejuang Korea

Mulai dari perwira Jepang, diplomat PBB, hingga pejuang Korea yang merelakan nyawa demi tegaknya kedaulatan Republik Indonesia.

7 Tokoh Asing yang Mendukung Kemerdekaan Indonesia: Mulai dari Perwira Jepang hingga Pejuang Korea
Yang Chil-seong (kiri), Shigeru Ono (tengah), dan Muriel Stuart Walker. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Di balik detik-detik Proklamasi dan perjuangan panjang mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia, terdapat peran penting dari sejumlah tokoh asing yang secara sukarela memberikan dukungan.

Meskipun Indonesia berjuang melalui keringat dan darah rakyatnya sendiri dari Sabang sampai Merauke, solidaritas dari warga negara asing turut menjadi katalis penting dalam membuka jalan diplomasi, memperkuat perlawanan fisik, hingga menarik simpati dunia internasional terhadap kemerdekaan Tanah Air.

Berikut adalah enam tokoh asing terkemuka yang dengan tulus memihak dan berjuang demi kemerdekaan Indonesia:

1. Laksamana Maeda

Story pin image
Dok. Istimewa

Lahir di Kagoshima pada 3 Maret 1889, Maeda adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang di Hindia Belanda yang secara diam-diam menaruh simpati pada perjuangan bangsa Indonesia.

Perannya sangat krusial ketika ia mempersilakan kediamannya di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat, untuk dijadikan tempat aman perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kini, rumah bersejarah tersebut diabadikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

2. Yang Chil-seong (Komarudin)

Sosok Yang Chil Sung Alias Komarudin Pahlawan Kemerdekaan Asal Korea di ...
Dok. Istimewa

Pria asal Korea kelahiran 29 Mei 1919 ini awalnya dikirim ke Indonesia oleh pemerintah kolonial Jepang. Namun, rasa kemanusiaan dan kedekatannya dengan rakyat membuat ia memilih membelot, masuk Islam, dan mengganti namanya menjadi Komarudin.

Bersama Pasukan Pangeran Papak di Garut, ia berjuang gigih melawan agresi militer Belanda hingga akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh tentara kolonial pada 1949.

3. Ichiki Tatsuo

12 Facts About Ichiki Tatsuo | FactSnippet
Dok. Istimewa

Sebagai salah satu warga negara Jepang yang memihak Indonesia, Ichiki Tatsuo mengambil bagian aktif dalam pergerakan kemerdekaan, bahkan sempat menduduki posisi penting sebagai Wakil Komando Pasukan Gerilya Istimewa di Jawa Timur.

Perjuangan hidupnya berakhir di medan laga ketika ia gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda di Desa Dampit, Malang, pada 9 Januari 1949, yang kemudian mendapat penghormatan khusus dari Presiden Soekarno.

4. Shigeru Ono (Rahmat)

Mereka Yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono Bekas Tentara Jepang ...
Dok. Istimewa

Lahir di Hokkaido pada 26 September 1919, Shigeru Ono menolak untuk tunduk pada sisa militer Jepang dan memilih untuk bergabung bersama para sukarelawan lainnya dalam membela Republik Indonesia selama perang kemerdekaan (1945-1949).

Setelah menikah dengan perempuan pribumi bernama Darkasih dan berganti nama menjadi Rahmat, ia menetap di Kota Batu, Jawa Timur, hingga akhir hayatnya sebagai wujud cinta mendalam bagi Indonesia.

5. Eduard Douwes Dekker (Multatuli)

366Art Douwes Dekker (Multatuli)
Dok. Istimewa

Datang ke Nusantara pada 1839 sebagai pegawai kolonial, Douwes Dekker justru memilih jalan sebagai kritikus tajam terhadap sistem penjajahan Belanda.

Melalui mahakaryanya berupa novel Max Havelaar (1860) yang menggunakan nama pena Multatuli, ia membeberkan secara blak-blakan kekejaman kolonialisme di tanah Hindia. Bukunya sukses membuka mata dunia internasional mengenai penderitaan rakyat Indonesia sekaligus membakar semangat perlawanan kaum intelektual lokal.

6. Dmitry Manuilsky

Jasa Ukraina-Soviet Tak Terlupakan untuk Indonesia
Dok. Istimewa

Di kancah diplomasi internasional, Perdana Menteri Sutan Sjahrir berupaya membawa sengketa Indonesia-Belanda ke forum PBB. Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari utusan Ukraina untuk PBB, Dmitry Manuilsky.

Ia dengan gigih mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membahas agresi Belanda dan meyakinkan dunia bahwa eksistensi bangsa Indonesia sedang berada dalam ancaman, sehingga sengketa ini resmi menjadi perhatian global.

7. Muriel Stuart Walker (K'tut Tantri)

Lima Warga Asing yang Membantu Indonesia Meraih Kemerdekaan ...
Dok. Istimewa

Perempuan asal Skotlandia ini dikenal luas lewat perannya sebagai penyiar Radio Barisan Pemberontakan Indonesia di Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo.

Dengan kepiawaiannya berbahasa Inggris, ia menyiarkan pidato-pidato perjuangan serta melaporkan situasi pertempuran langsung ke negara-negara di Eropa. Berkat siarannya, gaung revolusi kemerdekaan Indonesia berhasil menarik simpati luas dari masyarakat dunia internasional.

Kisah perjuangan para tokoh asing ini memberikan pelajaran berharga bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar hasil perjuangan fisik semata, melainkan buah dari persatuan, solidaritas kemanusiaan, serta dukungan berbagai pihak yang menjunjung tinggi keadilan.

Mengingatkan kembali jasa-jasa mereka memperkuat pemahaman kita bahwa nilai-nilai kemerdekaan bersifat universal dan patut untuk terus dijaga lintas generasi.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE