Tak Hanya Cepat, Whoosh Jadi Primadona Turis Dunia, Tembus 6,2 Juta Penumpang di 2025
Whoosh mencetak rekor 6,2 juta penumpang di 2025. Inovasi layanan dan lonjakan turis asing membuktikan kereta cepat ini makin digandrungi.
JAKARTA, GENVOICE.ID - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatatkan capaian impresif sepanjang tahun 2025. Layanan kereta cepat Whoosh berhasil melayani 6,2 juta penumpang, melampaui raihan tahun sebelumnya yang berada di angka 6 juta penumpang. Lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa transportasi modern berbasis kecepatan tinggi kini semakin diterima dan diandalkan masyarakat Indonesia.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan tren pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan Whoosh. Menurutnya, masyarakat kian menyadari keunggulan kereta cepat sebagai solusi mobilitas yang efisien, nyaman, dan tepat waktu.
Seiring waktu, Whoosh tak lagi dipandang sebagai sekadar moda alternatif. Kereta cepat ini bertransformasi menjadi tulang punggung mobilitas jarak menengah, baik untuk perjalanan bisnis, wisata, maupun aktivitas harian antarkota dengan intensitas tinggi.
Rekor volume penumpang harian terjadi pada 27 Juni 2025, ketika Whoosh mengangkut 26.770 penumpang dalam satu hari. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya pergerakan masyarakat selama periode libur serta tingginya kebutuhan perjalanan kerja lintas wilayah. Kondisi ini menegaskan peran strategis Whoosh dalam menjawab tantangan mobilitas nasional yang menuntut kecepatan dan keandalan.
Dari sisi operasional stasiun, Stasiun Halim tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan lebih dari 3,1 juta penumpang sepanjang 2025. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Padalarang yang melayani sekitar 2,2 juta penumpang.
Sementara itu, Stasiun Tegalluar mencatat 750 ribu penumpang, dan Stasiun Karawang melayani lebih dari 135 ribu penumpang. Distribusi ini menunjukkan peran vital masing-masing stasiun dalam menopang jaringan kereta cepat nasional.
Tak hanya fokus pada kecepatan, KCIC juga gencar menghadirkan berbagai inovasi layanan. Sepanjang 2025, perusahaan meluncurkan Whoosh Official Merchandise, memperbarui skema Frequent Whoosher Card, serta menerapkan kebijakan reschedule fleksibel hingga 15 menit setelah jadwal keberangkatan. Beragam fasilitas pendukung seperti water station, layanan porter, penambahan tenant, dan penguatan konektivitas antarmoda turut meningkatkan pengalaman penumpang.
Untuk mengimbangi tingginya permintaan, frekuensi perjalanan harian pun ditingkatkan dari 48 menjadi 62 perjalanan. Langkah ini semakin mengukuhkan posisi Whoosh sebagai moda transportasi yang cepat, aman, dan andal.
Menariknya, Whoosh juga kian diminati wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, jumlah penumpang WNA melonjak hingga 60 persen, dengan total 401.282 wisatawan asing tercatat menggunakan layanan ini, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Wisatawan asal Malaysia masih mendominasi dengan 180.562 penumpang, atau sekitar 45 persen dari total pengguna asing. Fakta ini menegaskan bahwa Whoosh bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga mulai diakui dunia sebagai simbol kemajuan transportasi Indonesia.
Dengan komitmen terhadap inovasi berkelanjutan dan kualitas layanan, KCIC optimistis Whoosh akan terus melaju kencang sebagai solusi mobilitas masa depan Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!