Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Padalarang, Kereta Telat 2 Menit

Aksi nekat penumpang gegara barang tertinggal ganggu sistem pintu otomatis

Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Padalarang, Kereta Telat 2 Menit
Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Stasiun Padalarang - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tindakan seorang penumpang kereta cepat Whoosh menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat penumpang berusaha menahan pintu kereta yang hampir tertutup, hingga akhirnya menyebabkan keterlambatan keberangkatan.

Peristiwa ini diketahui terjadi di Stasiun Padalarang pada Selasa (7/4). Dalam video yang beredar, seorang petugas keamanan tampak menyerahkan barang milik penumpang yang sebelumnya tertinggal di peron. Diduga, aksi menahan pintu dilakukan karena penumpang tersebut menyadari barangnya belum terbawa masuk ke dalam kereta.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa tindakan tersebut mengganggu sistem otomatis pada pintu kereta. Whoosh sendiri telah dilengkapi teknologi pintu otomatis yang sensitif terhadap gangguan, sehingga upaya menahan pintu secara paksa dapat menghambat proses buka-tutup yang seharusnya berjalan lancar.

Akibat kejadian tersebut, jadwal keberangkatan kereta mengalami keterlambatan. Kereta yang seharusnya berangkat pukul 07.23 WIB baru bisa melaju pada pukul 07.25 WIB, atau terlambat sekitar dua menit.

KCIC pun menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merusak fasilitas kereta serta mengganggu kenyamanan penumpang lain. Sistem pintu otomatis yang terganggu dapat menimbulkan risiko kerusakan jika kejadian serupa terus terulang.

Sebagai langkah antisipasi, KCIC sebenarnya telah menempatkan petugas di area peron maupun di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang sudah berada di dalam sebelum pintu ditutup. Oleh karena itu, penumpang diimbau untuk selalu mengecek kembali barang bawaan sebelum naik ke kereta.

Jika terjadi kejadian barang tertinggal, penumpang disarankan untuk segera melapor kepada petugas melalui layanan Lost and Found yang telah disediakan. Hal ini dinilai lebih aman dibanding melakukan tindakan berisiko seperti menahan pintu kereta.

Pihak KCIC juga telah memberikan teguran kepada penumpang yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya. Ke depan, diharapkan seluruh pengguna Whoosh dapat lebih disiplin dan mengikuti aturan demi menjaga keselamatan serta kelancaran operasional perjalanan.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE