Evaluasi Sopir JakLingko, Gubernur Pramono Bakal Ganti 1.000 Sopir

Evaluasi Sopir JakLingko, Gubernur Pramono Bakal Ganti 1.000 Sopir
Pramono Anung bersama PT Transjakarta bakal evaluasi sopir Jaklingko yang ugal-ugalan, Senin (10/11). - (Dok. Wartakota).

JAKARTA, Genvoice.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sopir mikrotrans JakLingko. Ia menilai banyak sopir yang belum menunjukkan profesionalisme dan kerap bertindak seenaknya di jalan. Sebagai langkah tegas, Pemprov DKI akan mengganti hingga 1.000 sopir dengan tenaga baru yang lebih terlatih dan disiplin.

Pramono menyebut, evaluasi ini muncul setelah banyak keluhan masyarakat soal perilaku sopir yang ugal-ugalan dan tidak mematuhi aturan berkendara.

"Sering kali keluhan yang kami terima, pengemudi seolah-olah bawa mobil sendiri. Ada yang bawa keluarga, ngebut, bahkan berhenti sembarangan," ujar Pramono di Jakarta, Senin (10/11).

Menurut Pramono, transportasi publik seperti JakLingko harus menjadi contoh pelayanan yang aman, ramah, dan tertib. Karena itu, Pemprov DKI bersama PT TransJakarta akan segera merekrut dan melatih sopir-sopir baru untuk menggantikan pengemudi lama yang tidak memenuhi standar kinerja.

"Mulai tahun depan, kami akan melakukan peremajaan pengemudi. Targetnya ada sekitar seribu sopir baru yang akan dilatih dan ditempatkan menggantikan yang tidak layak," tegas Pramono.

Evaluasi tidak hanya soal mengganti pengemudi, tetapi juga memperbaiki sistem kerja JakLingko. Pemprov DKI akan menerapkan pelatihan khusus untuk membangun disiplin dan kesadaran keselamatan berkendara. Setiap sopir akan mendapatkan pelatihan pelayanan publik, etika berkendara, dan tata tertib lalu lintas.

Selain itu, sopir yang berusia di atas 58 tahun akan dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan mereka masih memenuhi syarat fisik dan mental.

"Kami tetap menghormati para sopir senior, tetapi keselamatan dan pelayanan kepada warga adalah prioritas utama," kata Pramono.

Pramono juga menegaskan bahwa Pemprov DKI akan memperketat pengawasan lapangan. Setiap pengemudi yang melanggar akan langsung dievaluasi dan berpotensi diberhentikan.

"JakLingko adalah bagian dari transportasi terintegrasi. Kalau pengemudinya tidak disiplin, sistem ini tidak akan berjalan baik," ucapnya.

Pemprov DKI menargetkan pelatihan sopir baru akan dimulai awal 2026. Sopir yang direkrut akan melalui proses seleksi ketat, termasuk tes kesehatan, psikotes, dan pelatihan teknis. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan lembaga pelatihan transportasi untuk memastikan standar kompetensi terpenuhi.

Selain mengganti pengemudi, pemerintah juga berencana memperbaiki sistem insentif dan pengawasan berbasis teknologi. Nantinya, setiap armada akan dipantau melalui sistem GPS dan laporan digital agar pelanggaran bisa langsung ditindak.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE