Terinspirasi Air Terjun Irenggolo, Baju Pesta Batik Kediri Ini Tampil Modern dan Elegan untuk Anak Muda
JAKARTA, GENVOICE.ID - Batik terus menunjukkan eksistensinya sebagai warisan budaya Indonesia yang mampu beradaptasi dengan tren masa kini. Di tangan generasi muda, kain tradisional ini tidak hanya hadir dalam bentuk klasik, tetapi juga dikembangkan menjadi busana pesta yang modern dan relevan dengan gaya anak muda.
Melansir dari Radar Kediri, Jumat (10/4), salah satu inovasi tersebut datang dari peserta Lomba Desain Batik Khas Kabupaten Kediri, Esti Ayu Wulandari, yang menghadirkan rancangan busana pesta dengan inspirasi alam lokal. Ia mengangkat keindahan Air Terjun Irenggolo sebagai konsep utama dalam desainnya.
Menurut Esti, elemen air terjun diterjemahkan ke dalam detail busana, mulai dari pemilihan bahan hingga bentuk potongan. Ia mengombinasikan kain batik bermotif Dahanapura dengan organza berwarna biru untuk menciptakan kesan mengalir layaknya air terjun. Motif yang digunakan juga terinspirasi dari lingkungan sekitar, seperti daun dan bebatuan yang menggambarkan kawasan wisata di Besuki, Kecamatan Mojo.
Busana tersebut terdiri dari atasan model crop yang dipadukan dengan rok berbentuk A-line. Bagian tengah atasan dirancang menyerupai struktur tangga yang menjadi ciri khas lokasi air terjun. Sementara itu, tambahan kemeja organza dengan lengan lonceng memberikan sentuhan dramatis sekaligus memperkuat kesan elegan.
Pendekatan serupa juga disampaikan oleh peserta lain, Adi Wahyono, yang mengusung konsep busana bertajuk "Elegan dan Bersahaja dalam Spirit Dahanapura". Ia menekankan bahwa busana pesta untuk anak muda tetap bisa tampil anggun tanpa harus mengedepankan desain yang terbuka.
Dalam karyanya, Adi memadukan beberapa motif khas seperti gringsing, Dahanapura, dan Garuda Mukha. Motif terakhir memiliki nilai historis karena berkaitan dengan simbol Kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Sri Aji Jayabaya. Garuda Mukha sendiri dikenal sebagai kendaraan Dewa Wisnu dan pernah digunakan sebagai lambang kerajaan.
Melalui desain ini, para peserta ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya relevan sebagai pakaian tradisional, tetapi juga mampu menjadi pilihan busana pesta yang stylish dan tetap mencerminkan nilai budaya. Inovasi tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan lokal Kediri kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih segar dan modern.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!