Janice Tjen Kalah di Babak Pertama China Open 2025, Gagal Bertemu Naomi Osaka
JAKARTA, Genvoice.id - Langkah Janice Tjen di China Open 2025 harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Petenis Indonesia itu kalah di babak pertama (Round of 128) melawan Aliaksandra Sasnovich dengan skor 6-7(4), 7-5, 6-1. Kegagalan ini otomatis memupus peluangnya bertemu mantan petenis nomor satu dunia, Naomi Osaka, di putaran berikutnya.
Pertandingan berjalan dramatis. Di set pertama, Janice sukses menekan lewat servis dan reli panjang, kemudian memenangkan tie-break 7-6(4). Namun momentum berubah di set kedua, Sasnovich berulang kali memaksa Janice melakukan kesalahan, dan merebut set kedua 7-5. Di set penentu, Sasnovich mendominasi penuh hingga menuntaskan pertandingan 6-1.
Kekalahan ini sekaligus memastikan bahwa Janice Tjen tak akan menghadapi Naomi Osaka, seperti yang sempat dibayangkan banyak penggemar. Sebelumnya, pemenang antara Janice dan Sasnovich akan masuk ke bracket yang berpotensi bertemu Osaka, yang merupakan unggulan ke-12 dalam turnamen ini.
Sebelum masuk ke babak utama, Janice harus melalui babak kualifikasi. Dia melewati dua laga kualifikasi dengan menyingkirkan Lucrezia Stefanini dan pemain lain untuk memastikan tempatnya di main draw.
Prestasi Janice musim ini memang menarik perhatian. Dia sempat menjadi runner-up di São Paulo Open 2025, pencapaian yang menunjukkan bahwa masa depan tenis wanita Indonesia tengah menjanjikan.
Namun begitu, pengalaman bertanding di level WTA 1000, seperti China Open membawa tantangan tersendiri. Tekanan dari lawan berpengalaman, variasi servis dan reli panjang menjadi ujian berat, seperti yang terjadi malam itu melawan Sasnovich.
Meskipun hasilnya mengecewakan, performa Janice dalam set pembuka memperlihatkan bahwa dia bisa bersaing dan punya peluang. Kunci untuk maju adalah menjaga konsistensi selama tiga set penuh dan memperkuat mental di titik kritis pertandingan.
Kekalahan ini sekaligus mengingatkan bahwa di sirkuit tinggi, margin antara kemenangan dan kekalahan sering sangat tipis. Bagi Janice, pengalaman ini bisa menjadi modal penting, menyerap pelajaran teknis dan psikologis agar dapat tampil lebih matang di turnamen-turnamen selanjutnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!