Disergap Mendadak! Gudang Elpiji ‘Siluman’ di Lumajang Kedapatan Timbun 1.000 Tabung, Bupati Langsung Tutup

Disergap Mendadak! Gudang Elpiji ‘Siluman’ di Lumajang Kedapatan Timbun 1.000 Tabung, Bupati Langsung Tutup
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat setelah menemukan dugaan praktik penimbunan elpiji 3 kilogram yang memicu kelangkaan di tengah masyarakat.

Sebuah pangkalan di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, resmi ditutup setelah inspeksi mendadak mengungkap jumlah tabung yang jauh melampaui batas.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyebut penutupan ini bukan keputusan tiba-tiba. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah daerah menerima gelombang keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan elpiji bersubsidi. Kecurigaan pun mengarah pada adanya praktik penimbunan yang menghambat distribusi.

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, tim gabungan langsung turun ke lapangan. Hasilnya mencengangkan. Pangkalan yang seharusnya hanya menyimpan sekitar 200 tabung, kedapatan menimbun hampir 1.000 tabung elpiji. Selisih yang begitu besar membuat pemerintah daerah tak ragu menyebutnya sebagai pelanggaran serius.

Temuan ini menjelaskan mengapa harga elpiji di tingkat pengecer melonjak tajam. Di sejumlah wilayah, harga tabung 3 kilogram dilaporkan mencapai Rp24 ribu hingga Rp25 ribu. Bahkan, di titik tertentu, warga harus membayar hingga Rp35 ribu-angka yang jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp18 ribu.

Indah menegaskan bahwa distribusi elpiji bersubsidi tidak boleh dipermainkan. Ia mengingatkan seluruh pihak dalam rantai distribusi, mulai dari SPBE, agen, hingga pangkalan, untuk menjalankan peran sesuai aturan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran serupa.

Kasus ini juga menjadi sinyal bahwa pengawasan distribusi elpiji di Lumajang akan diperketat. Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut melaporkan dugaan penyimpangan, seiring upaya mengembalikan stabilitas pasokan dan harga di lapangan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE