Risiko Kanker Akibat Mager, Bahaya Kebiasaan Kurang Gerak yang Bisa Mengancam Nyawa

Risiko Kanker Akibat Mager, Bahaya Kebiasaan Kurang Gerak yang Bisa Mengancam Nyawa
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa sih yang nggak suka rebahan sambil scrolling media sosial berjam-jam atau duduk anteng di depan laptop demi menyelesaikan tugas yang nggak ada habisnya? Kebiasaan mager alias malas gerak ini memang rasanya nikmat banget dan sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern saat ini. Tapi, di balik kenyamanan itu, ada ancaman serius yang diam-diam sedang mengintai kesehatan kita semua.

Ternyata, kebiasaan terpaku di depan layar atau nempel di sofa dalam waktu yang sangat lama bukan cuma bikin badan terasa kaku atau mata lelah, tapi juga bisa jadi jembatan menuju penyakit paling mematikan di dunia, yaitu kanker.

Banyak dari kita yang merasa aman-aman saja selama berat badan masih stabil, padahal di dalam tubuh, kondisi pasif tanpa aktivitas fisik sedang merusak sistem secara perlahan.

Ancaman ini nggak main-main karena dampaknya baru akan terasa dalam jangka panjang saat sel-sel jahat mulai berkembang tanpa kita sadari. Inilah kenapa penting banget buat kita mulai sadar kalau tubuh manusia itu diciptakan untuk bergerak, bukan untuk jadi pajangan diam di satu tempat selama belasan jam setiap hari, nih Gen.

Seorang ahli kesehatan bernama Dr. Fahad Afzal Shaikh, yang merupakan Konsultan Onkologi dari Rumah Sakit Saifee Mumbai, memberikan peringatan keras soal fenomena pola hidup pasif ini.

Beliau menyebutkan kalau kemudahan teknologi zaman sekarang justru menjadi bumerang bagi kesehatan manusia jika tidak dibarengi dengan kesadaran untuk tetap aktif bergerak secara fisik, nih Gen.

"Kehidupan sekarang memang serba gampang, tapi kemudahan itu diam-diam membahayakan kesehatan kita," ujar Dr. Fahad dalam penjelasannya.

Duduk Terlalu Lama Jadi Karpet Merah Buat Kanker

Berdasarkan riset medis terbaru, ada kaitan yang sangat kuat antara durasi duduk yang berlebihan dengan munculnya berbagai jenis kanker berbahaya. Mulai dari kanker payudara, usus besar, prostat, hingga kanker rahim bisa menyerang siapa saja yang jarang menggerakkan tubuhnya. Masalahnya, risiko ini tetap ada bahkan buat kalian yang mungkin rajin olahraga di pagi hari tapi setelah itu menghabiskan waktu 10 jam sisanya cuma dengan duduk diam tanpa jeda.

Gaya hidup minim gerak ini bakal memicu gangguan pada hormon tubuh, bikin kita mengalami resistensi insulin, hingga menyebabkan peradangan kronis di dalam jaringan. Kondisi-kondisi negatif inilah yang nantinya bakal jadi jalan tol bagi sel kanker untuk tumbuh dan berkembang biak lebih cepat di dalam tubuh kita. Dr. Fahad juga mematahkan mitos bahwa olahraga satu jam saja sudah cukup untuk menebus dosa duduk diam seharian. Menurutnya, fokus utama yang harus dilakukan adalah memutus waktu diam tersebut sesering mungkin dengan aktivitas ringan.

Cara Simpel Lawan Mager di Tengah Padatnya Jadwal

Kalian nggak perlu langsung berubah jadi atlet profesional atau ikut lari maraton buat mencegah risiko ini. Ada beberapa langkah kecil yang sangat efektif kalau dilakukan secara rutin setiap hari:

  • Biasakan untuk berdiri atau jalan-jalan kecil setiap satu jam sekali saat sedang sibuk bekerja atau belajar.

  • Setelah makan, jangan langsung duduk atau rebahan lagi; coba jalan santai selama 5 sampai 10 menit.

  • Kalau cuma naik satu atau dua lantai, pilih pakai tangga manual daripada nunggu lift.

  • Lakukan peregangan otot atau stretching ringan di meja kerja biar aliran darah tetap lancar.

Pedoman kesehatan memang menyarankan kita buat aktif minimal 150 menit dalam seminggu, tapi yang jauh lebih penting adalah jangan membiarkan tubuh kalian "mati kutu" dalam satu posisi yang sama terlalu lama. Yuk, mulai sekarang lebih sayang sama diri sendiri dengan cara rajin melangkah.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE