Netflix Pegang Hak Film Live-Action 'Gundam', Sydney Sweeney Jadi Bintang Utama
JAKARTA, GENVOICE.ID - Film live-action "Gundam" akhirnya menemukan rumah distribusinya. Netflix resmi mengamankan hak penayangan global untuk adaptasi live-action dari anime legendaris tersebut, sekaligus menandai babak baru bagi proyek yang sudah lama dinantikan para penggemar.
Film ini diproduksi oleh Legendary Pictures dan akan dibintangi Sydney Sweeney bersama Noah Centineo. Meski detail cerita masih dirahasiakan, keterlibatan dua nama besar tersebut langsung memicu antusiasme, baik dari penggemar anime maupun penonton arus utama.
Menurut laporan terbaru, Netflix memenangkan persaingan ketat dalam proses penawaran proyek ambisius ini. Keputusan tersebut terasa signifikan karena versi awal film "Gundam" sempat dikembangkan di Netflix beberapa tahun lalu dengan Jordan Vogt-Roberts, sutradara "Kong: Skull Island", sebagai pengarah. Namun, proyek tersebut kala itu tidak pernah sampai ke tahap produksi. Kini, "Gundam" dihidupkan kembali dengan visi kreatif yang sepenuhnya baru.
Posisi sutradara dan penulis naskah dipercayakan kepada Jim Mickle, yang sebelumnya sukses mengadaptasi komik menjadi serial "Sweet Tooth" untuk Netflix. Mickle juga bertindak sebagai produser bersama Linda Moran melalui rumah produksi mereka, Nightshade. Keterlibatan Mickle memberi sinyal bahwa film ini akan mengedepankan pendekatan cerita yang kuat, bukan sekadar tontonan penuh efek visual.
Sydney Sweeney sendiri sempat mengomentari proyek ini pada akhir tahun lalu. Ia menyebut perkembangan film berlangsung "setiap hari", mengindikasikan bahwa proses kreatif berjalan aktif dan serius. Pernyataan tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa film "Gundam" versi live-action benar-benar bergerak maju, bukan sekadar wacana.
Sebagai salah satu waralaba anime paling berpengaruh sepanjang masa, "Gundam" pertama kali hadir lewat serial "Mobile Suit Gundam" pada 1979. Karya Yoshiyuki Tomino ini mengisahkan konflik perang antariksa antara Earth Federation dan Principality of Zeon, dengan mobile suits-robot raksasa humanoid-sebagai senjata utama. Cerita klasiknya berpusat pada rivalitas ikonik antara Amuro Ray dan Char Aznable.
Menariknya, serial animasi pertamanya sempat dianggap gagal dan dihentikan setelah 43 episode. Namun, popularitas model kit Gundam justru melejit dan menghidupkan kembali waralaba ini. Sejak saat itu, "Gundam" berkembang menjadi fenomena global lintas generasi, dengan berbagai serial, film, hingga semesta alternatif. Seri terbarunya, "Mobile Suit Gundam GQuuuuuuX", menawarkan premis berbeda dengan pertanyaan besar tentang bagaimana jika Zeon memenangkan perang.
Film live-action ini akan menjadi eksplorasi layar lebar terbesar "Gundam" sejak film televisi "G-Saviour" yang dirilis pada 1999. Dengan dukungan Netflix dan tim kreatif baru, proyek ini diharapkan mampu memperkenalkan "Gundam" ke generasi penonton yang lebih luas.
Bagi Sydney Sweeney, "Gundam" menambah daftar proyek besarnya. Ia dijadwalkan kembali membintangi musim ketiga "Euphoria", serta terlibat dalam "The Housemaid's Secret". Selain itu, Sweeney juga akan tampil dalam adaptasi gim "OutRun" dan "Split Fiction", serta memerankan Kim Novak dalam film "Scandalous!" arahan Colman Domingo.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!