FIFA Berpotensi Jatuhkan Sanksi untuk Argentina usai Aksi Banner Politik di Semifinal Piala Dunia 2026

Selebrasi kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 berubah menjadi kontroversi setelah para pemain membentangkan banner bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas". FIFA kini dikabarkan tengah meninjau kemungkinan pelanggaran terhadap aturan larangan pesan politik di stadion.

FIFA Berpotensi Jatuhkan Sanksi untuk Argentina usai Aksi Banner Politik di Semifinal Piala Dunia 2026
Argentina berpotensi mendapat sanksi FIFA usai membentangkan banner Malvinas saat merayakan kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Euforia kemenangan Timnas Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 berpotensi berbuntut panjang. Sejumlah pemain Albiceleste dikabarkan terancam menghadapi sanksi dari FIFA setelah membentangkan banner bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" saat merayakan kemenangan di Atlanta Stadium.

Argentina sukses memastikan tiket ke final usai menundukkan Inggris dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung sengit. Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan menyumbang dua assist yang berbuah gol Enzo Fernández pada menit ke-85 dan Lautaro Martínez di masa injury time.

Namun, sorotan publik tak hanya tertuju pada hasil pertandingan. Selepas laga, beberapa pemain Argentina berpose bersama sambil mengangkat banner bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas", yang berarti "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina."

Banner Singgung Sengketa Kepulauan Falkland

Tulisan tersebut mengacu pada sengketa wilayah Kepulauan Falkland yang oleh masyarakat Argentina disebut Kepulauan Malvinas. Hingga kini, wilayah tersebut masih menjadi objek perselisihan kedaulatan antara Argentina dan Inggris sejak pecahnya Perang Falkland pada 1982.

Karena menyangkut isu politik dan sejarah yang sensitif, aksi tersebut langsung memicu perhatian publik internasional. Terlebih, duel Argentina melawan Inggris memang sejak awal sarat dengan rivalitas yang dipengaruhi sejarah kedua negara.

Selama fase gugur Piala Dunia 2026, isu Malvinas juga beberapa kali muncul di tribun stadion melalui nyanyian suporter Argentina. Bahkan, menjelang semifinal, unggahan Wakil Presiden Argentina yang menyinggung persoalan tersebut sempat menjadi perbincangan.

FIFA Larang Pesan Bernuansa Politik

FIFA memiliki aturan yang melarang seluruh peserta kompetisi menampilkan pesan, simbol, maupun spanduk yang mengandung unsur politik dalam pertandingan resmi.

Karena itu, Komite Disiplin FIFA berpotensi meninjau aksi para pemain Argentina untuk menentukan apakah banner tersebut melanggar regulasi yang berlaku.

Menariknya, sebelum pertandingan berlangsung, pelatih Lionel Scaloni sempat mengingatkan agar laga kontra Inggris dipandang sebagai pertandingan sepak bola semata dan tidak dikaitkan dengan konflik sejarah mengenai Kepulauan Falkland atau Malvinas.

Argentina Pernah Didenda karena Kasus Serupa

Ini bukan kali pertama Argentina tersandung persoalan yang berkaitan dengan slogan Malvinas.

Pada 2014, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) pernah dijatuhi denda oleh FIFA setelah para pemain membentangkan banner serupa sebelum laga persahabatan melawan Slovenia.

Saat itu, FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 20.000 pound sterling atau sekitar Rp414 juta karena menilai tindakan tersebut melanggar aturan terkait penyampaian pesan politik dalam sepak bola.

FIFA Belum Beri Keputusan Resmi

Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden yang terjadi setelah semifinal Piala Dunia 2026 tersebut.

Belum diketahui apakah Argentina akan kembali menerima sanksi berupa denda, peringatan, atau bentuk hukuman lainnya. Namun, mengingat adanya preseden serupa pada 2014, keputusan FIFA terhadap kasus ini menjadi salah satu hal yang paling dinantikan menjelang partai final Piala Dunia 2026.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE