Perut Kembung dan Cepat Kenyang Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Ovarium

Perut Kembung dan Cepat Kenyang Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Ovarium
- (Dok. HealthXchange).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Banyak wanita mengira perut kembung, nyeri punggung, atau cepat kenyang hanyalah gangguan pencernaan biasa seperti GERD atau efek kelelahan sehari-hari. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal Ovarian Cancer yang sering terlambat disadari.

Kanker ovarium kerap dijuluki sebagai "silent killer" karena gejalanya cenderung samar dan mirip dengan keluhan kesehatan umum lainnya. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui penyakit tersebut ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Menurut laporan Indian Council of Medical Research, kanker ovarium menjadi salah satu kanker yang paling banyak menyerang wanita di India. Keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama dalam penanganan penyakit ini.

Dokter spesialis onkologi ginekologi dari Max Cancer Care Saket, Kanika Batra Modi, mengatakan banyak perempuan tidak menyadari perubahan tubuh yang terjadi secara terus-menerus selama beberapa minggu.

Menurutnya, gejala seperti perut kembung, nyeri punggung bawah, atau rasa cepat kenyang sering dianggap sebagai masalah menstruasi atau gangguan lambung biasa. Padahal, jika keluhan muncul hampir setiap hari dan terasa berbeda dari biasanya, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

Dokter menegaskan bahwa yang paling penting bukan hanya jenis gejalanya, tetapi juga frekuensi dan durasinya. Jika gejala berlangsung hampir setiap hari selama dua hingga tiga minggu, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.

Banyak kasus kanker ovarium terlambat terdeteksi karena penderitanya menganggap perubahan tubuh sebagai hal normal. Ada yang mulai merasa pakaian lebih sempit meski berat badan tetap, ada pula yang terus mengonsumsi obat nyeri untuk sakit punggung tanpa mengetahui penyebab sebenarnya.

Selain deteksi dini, faktor risiko juga perlu diperhatikan. Wanita dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium maupun kanker payudara.

Meski belum ada cara yang sepenuhnya dapat mencegah kanker ovarium, sejumlah penelitian menunjukkan beberapa faktor dapat membantu menurunkan risiko, seperti menyusui, riwayat melahirkan, dan penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka panjang.

Para dokter mengingatkan pentingnya lebih peka terhadap perubahan tubuh sendiri. Kesadaran sejak dini dinilai bisa membantu meningkatkan peluang penanganan kanker ovarium sebelum berkembang lebih jauh.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE