Heboh, Trump Larang "Negara Kompetitor" Beli Lahan Pertanian di AS

Heboh, Trump Larang "Negara Kompetitor" Beli Lahan Pertanian di AS
- (Dok. istimewa).

WASHINGTON - Presiden Donald Trump, Selasa (8/7) kembali bikin sensasi membatasi pembelian lahan pertanian oleh warga negara Tiongkok dan "warga asing" lainnya yang dipandang sebagai negara kompetitor AS. Larangan itu diberlakukan dengan pertimbangan alasan masalah keamanan nasional.

Menurut Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins, langkah tersebut diperlukan untuk mengatasi apa yang disebutnya "ancaman besar" terhadap keamanan nasional. "Pembelian lahan pertanian di AS oleh pihak asing, bisa digunakan sebagai senjata untuk melawan AS," katanya.

"Kita melihatnya berulang kali, mulai dari akuisisi lahan pertanian Amerika oleh Komunis Tiongkok hingga eksploitasi kriminal terhadap sistem pertanian kita," Rollins menambahkan, saat memperkenalkan Rencana Aksi Keamanan Pertanian Nasional bersama para pejabat kabinet lainnya.

"Pertanian Amerika bukan hanya tentang memberi makan keluarga kita, tetapi tentang melindungi bangsa kita dan melawan musuh asing yang membeli lahan pertanian kita," katanya.

Menurut data Departemen Pertanian AS, Tiongkok berada di peringkat ke-20 dalam daftar pemilik asing lahan pertanian di negara adidaya itu dengan menguasai 277.336 hektar saat ini dibanding 112.234 hektar pada akhir tahun 2023.

Rollins mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump juga berencana untuk menarik kembali apa yang telah dibeli oleh Tiongkok dan musuh asing lainnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan Pentagon akan melarang penjualan lahan pertanian yang terletak di dekat pangkalan militer AS kepada "musuh asing".

"Sebagai seseorang yang ditugaskan untuk memimpin Departemen Pertahanan, saya ingin tahu siapa pemilik lahan di sekitar pangkalan kami. Itu akal sehat," kata Hegseth.

"Musuh asing tidak dapat lagi berasumsi bahwa kami tidak mengawasi," katanya.

Di antara pemilik lahan pertanian AS terbesar di Tiongkok adalah Smithfield Foods, yang dibeli oleh perusahaan Tiongkok WH Group, pada tahun 2013 silam.

Menanggapi kebijakan AS itu, Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam memperkirakan, dengan mengeluarkan larangan kepemilikan lahan bagi investor Tiongkok, Amerika Serikat (AS) mencapai dua tujuan sekaligus yakni berusaha memenangkan persaingan AS dalam hal ekonomi dengan Tiongkok, sekaligus mempertahankan kedaulatan pangan.

"Ini menunjukkan Trump konsisten dengan visi America First dan MAGA- nya. Dengan melarang kepemilikan lahan pertanian Trump berusaha membatasi ekspansi ekonomi Tiongkok yang kita ketahui menyerbu dari segala lini," kata Surokim, Rabu (9/7).

Menurut dia, hal ini mirip dengan kebijakan lainnya yang berusaha membatasi kemajuan teknologi Tiongkok baik di bidang militer dan produk-produk elektronik, dengan melarang penjualan chip ke Tiongkok. Pada saat yang sama dia sadar bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu modal kekuatan suatu negara yang tidak boleh tergerus.

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE