Mencekam di Dubai! Atlet Terpaksa Tidur Pakai Jeans dan Simpan Paspor di Kantong
Situasi keamanan memanas membuat atlet siaga penuh di tengah pembatalan penerbangan.
JAKARTA, GENVOICE.ID-Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada aktivitas internasional di Dubai. Sejumlah atlet yang berada di sana harus meningkatkan kewaspadaan, bahkan hingga saat beristirahat.
Kondisi ini terjadi setelah muncul laporan ledakan dan peringatan keamanan yang membuat banyak pihak bersiaga. Meski suasana di beberapa lokasi masih terlihat relatif tenang, kekhawatiran tetap dirasakan oleh para atlet balapan kuda mewah dan ofisial yang sedang berada di kota tersebut.
Atlet Diminta Waspada
Dalam laporan terbaru, pada Sabtu (28/2), Dubai berencana mengadakan salah satu balap kuda termewah, Dubai World Cup. Akan tetapi, serangan udara dari Iran membuat acara ini terancam gagal.
Para atlet yang bersiap mengikuti ajang balap diminta untuk mengamankan diri. Mereka bahkan disarankan pulang ke negara masing-masing jika memungkinkan. Namun situasi menjadi rumit karena ribuan penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab dibatalkan.
Akibatnya, banyak peserta yang tidak bisa segera meninggalkan Dubai. Beberapa di antaranya memilih tetap berada di hotel sambil menunggu perkembangan situasi dan kepastian jadwal penerbangan.
Tidur dengan Jeans dan Paspor di Saku
Salah satu kisah yang mencuri perhatian datang dari agen pacuan kuda Federico Barberini. Ia mengungkapkan bahwa peringatan keamanan yang dikirim ke ponsel pada dini hari sempat membuat mereka mencari perlindungan.
Setelah situasi dirasa cukup aman, mereka kembali ke kamar untuk beristirahat. Namun kewaspadaan tetap tinggi. Barberini menyebut mereka tidur dalam kondisi siap siaga, bahkan tetap mengenakan celana jeans dengan paspor tersimpan di kantong.
Langkah itu dilakukan agar mereka bisa segera bergerak jika kondisi darurat kembali terjadi.
Jadwal Balapan Terganggu
Ketegangan situasi juga berdampak pada agenda olahraga. Balapan yang seharusnya digelar pada Minggu terpaksa ditunda hingga 15 Maret.
Meski demikian, beberapa pihak menyebut suasana di lokasi sebenarnya cukup tenang. Bahkan ada yang mengatakan bahwa tanpa membaca berita, mereka mungkin tidak menyadari adanya insiden besar.
Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi bisa berubah sewaktu-waktu.
Dampak Lebih Luas pada Perjalanan
Pembatalan massal penerbangan membuat mobilitas internasional ikut terganggu. Banyak pelaku perjalanan, termasuk para atlet terpaksa menunggu kepastian jadwal baru sebelum bisa melanjutkan rencana mereka.
Situasi ini menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dapat berdampak langsung pada dunia olahraga dan perjalanan global.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!