Hati-Hati! Stres Berat Bisa Picu Stroke pada Cewek, Ini Faktanya!

R
Reza Aditya
Penulis
Lifestyle
Hati-Hati! Stres Berat Bisa Picu Stroke pada Cewek, Ini Faktanya!
- (Dok. Freepik).

JAKATA, GENVOICE-Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Neurology pada 5 Maret menemukan bahwa stres kronis bisa meningkatkan risiko stroke pada anak muda, tapi hanya berlaku untuk perempuan.

Sudah lama diketahui bahwa stres berdampak buruk pada jantung dan pembuluh darah. Tapi riset terbaru menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap dampak stres ini, terutama terkait dengan risiko terkena stroke.

Stres dan Stroke, Apa Hubungannya?

Dilansir dari ANTARA, Dr. Lauren Patrick, seorang ahli saraf vaskular dari University of California San Francisco, menjelaskan bahwa stres berkepanjangan bisa merusak kesehatan pembuluh darah. "Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya mengelola stres sebagai langkah pencegahan stroke," ujarnya dalam laporan Health pada Minggu (9/3).

iklan gulaku

Peneliti fokus pada hubungan antara stres dan stroke iskemik, jenis stroke paling umum yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah ke otak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa selain faktor klasik seperti tekanan darah tinggi dan alkohol, stres juga berperan besar dalam risiko stroke.

Hasil Penelitian Mengejutkan!

Studi ini melibatkan 426 orang berusia 18-49 tahun yang pernah mengalami stroke iskemik, dengan setengahnya adalah perempuan. Kelompok ini dibandingkan dengan 426 orang lain yang belum pernah mengalami stroke dengan usia dan jenis kelamin yang sama.

Peserta diminta mengisi survei tentang tingkat stres mereka selama satu bulan terakhir. Hasilnya? Mereka yang mengalami stroke cenderung memiliki tingkat stres lebih tinggi. Sebanyak 46% penderita stroke mengaku mengalami stres sedang hingga tinggi, dibandingkan hanya 33% dari mereka yang tidak terkena stroke.

Perempuan Lebih Rentan!

Data menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami stres sedang memiliki risiko stroke 78% lebih tinggi, sedangkan mereka yang mengalami stres tinggi memiliki risiko 6% lebih besar. Sementara itu, pada laki-laki, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara stres dan risiko stroke.

Namun, para ahli menegaskan bahwa meskipun ada kaitan antara stres dan stroke, bukan berarti stres secara langsung menyebabkan stroke. "Penelitian ini hanya menunjukkan adanya korelasi, bukan sebab-akibat," kata Dr. Nicolas Martinez-Majander, ahli saraf dari Rumah Sakit Universitas Helsinki, Finlandia.

Kenapa Cewek Lebih Rentan?

Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa perempuan lebih terpengaruh oleh stres dibanding laki-laki:

  1. Lonjakan tekanan darah akibat stres - Tekanan darah yang sering naik turun bisa memicu stroke.
  2. Gangguan irama jantung - Stres dapat menyebabkan jantung berdetak tidak teratur.
  3. Peradangan kronis - Stres berkepanjangan bisa menyebabkan peradangan yang merusak pembuluh darah.
  4. Gaya hidup tidak sehat - Stres sering kali membuat orang merokok, kurang olahraga, makan sembarangan, atau menggunakan zat berbahaya, yang semuanya meningkatkan risiko stroke.

Selain itu, perempuan lebih sering mengalami stres jangka panjang karena harus menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya.

Cara Mengelola Stres dan Lindungi Jantung

Karena stres bisa jadi salah satu faktor risiko stroke, penting untuk mengenali tanda-tandanya dan mengelolanya dengan baik. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Kenali gejala stres seperti kecemasan terus-menerus, susah tidur, sakit kepala, tekanan darah tinggi, atau kelelahan.
  • Waspadai tanda stroke seperti mati rasa mendadak, sulit berbicara, pusing, penglihatan buram, atau sakit kepala hebat.
  • Olahraga rutin setidaknya 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan jantung.
  • Lakukan aktivitas yang menenangkan, seperti meditasi, yoga, atau sekadar berjalan santai sambil menikmati momen.
  • Cari bantuan jika diperlukan, baik dari teman, keluarga, atau profesional jika stres terasa terlalu berat.

Meskipun stres tidak bisa dihindari sepenuhnya, mengelolanya dengan baik bisa membantu mengurangi risiko penyakit serius seperti stroke. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih peduli dengan kesehatan mental dan fisik kita!

  • Tag:
  • Stroke
  • stres
  • Kesehatan Mental

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi