Terbongkar! Grup Gay Lampung Diam-Diam Beraksi Sejak 2017, Tiga Orang Diciduk Polisi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Grup Gay Lampung yang diam-diam eksis sejak 2017 akhirnya dibongkar Polda Lampung, tiga orang langsung diciduk!
Polda Lampung berhasil membongkar sebuah grup gay yang beraksi diam-diam di media sosial Facebook.
Siapa sangka, Gen, grup ini ternyata sudah dibentuk sejak tahun 2017 atau sekitar delapan tahun lalu, lho!
Terbongkarnya grup ini berawal dari laporan masyarakat Bandar Lampung yang resah dengan adanya grup pasangan sejenis di Facebook. Grup tersebut diketahui memiliki sekitar 11 ribu anggota.
"Dari informasi masyarakat, kami langsung melakukan penyelidikan melalui tim Cybercrime Polda Lampung. Kemudian dari hasil penyelidikan kami amankan 3 orang yang statusnya sudah menjadi tersangka saat ini," ujar Kombes Pol Dery Agung Wijaya, Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung.
Dery menjelaskan bahwa penyelidikan difokuskan pada dua grup Facebook bernama Gay Lampung dan Gay Bandar Lampung yang ternyata diikuti oleh puluhan ribu akun.
Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga tersangka, yaitu Jumadil (53) warga Lampung Selatan, Slamet Riyanto (28) warga Bandar Lampung, dan MS (18) warga Kabupaten Pesawaran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, grup ini memang sengaja dibentuk secara sembunyi-sembunyi sejak 2017 dan berganti nama seiring waktu.
Ketiga pelaku ini memiliki peran berbeda-beda. JM berperan sebagai admin grup, sementara dua pelaku lainnya menyebarkan video sesama jenis di dalam grup tersebut.
"Untuk modusnya berbagai macam ya, tersangka JM ini sengaja membuat grup facebook tersebut untuk memfasilitasi mereka yang sesama jenis untuk mendapatkan wadah komunikasi, saling curhat, sharing berbagi cerita, berkenalan, bertukar informasi penyuka sesama jenis," jelas Dery.
Tak hanya itu, salah satu tersangka, SR, juga menjual video sesama jenis di dalam grup tersebut dengan harga Rp100 ribu per video.
Sedangkan tersangka MS bertugas mencari orang yang memiliki ketertarikan sesama jenis di wilayah sekitarnya.
Terkait dugaan adanya keterlibatan grup ini dengan kasus serupa di Indonesia, Dery mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman.
Hingga kini, polisi belum menemukan adanya aktivitas pertemuan langsung dari komunitas tersebut.
Kasus ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian untuk mengungkap apakah ada keterkaitan dengan kasus serupa di tempat lain.
Warganet pun ramai menyoroti kasus ini dan berharap pihak berwajib bisa segera menuntaskan penyelidikan agar semuanya jadi terang benderang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!