Geger Asap Karhutla Riau Lintasi Perbatasan, Malaysia Mulai Terdampak

Geger Asap Karhutla Riau Lintasi Perbatasan, Malaysia Mulai Terdampak
- (Dok. Jakarta Globe).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dilaporkan telah menyeberangi perbatasan dan mulai memengaruhi wilayah Malaysia. Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, yang mencatat pergerakan asap menuju arah timur laut dan terdeteksi hingga Teluk Kemang, Malaysia.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bibin S, mengungkapkan bahwa arah angin yang dominan dari tenggara-selatan ke barat laut-timur laut menjadi faktor utama pendorong penyebaran asap ke luar negeri. Berdasarkan citra satelit sebaran asap, kepulan tersebut tampak meluas dari titik-titik panas yang tersebar di berbagai wilayah Riau.

"Berdasarkan peta sebaran asap, terlihat bahwa asap bergerak menuju Malaysia, meskipun kami belum bisa memastikan secara rinci wilayah mana saja yang terdampak," ujar Bibin dalam keterangannya, Sabtu.

Pada hari yang sama, BMKG mencatat setidaknya 259 titik panas di wilayah Riau. Jumlah tertinggi ditemukan di Kabupaten Rokan Hulu dengan 107 titik, disusul oleh Rokan Hilir sebanyak 95 titik. Beberapa wilayah lain juga menunjukkan kemunculan hotspot, seperti Bengkalis (5), Kampar (10), Pelalawan (7), Siak (15), Dumai (17), serta beberapa titik di Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan sekitarnya.

Tingginya jumlah titik panas tersebut menandakan tingkat kebakaran yang sudah mengkhawatirkan. Tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan bagi warga lokal, tetapi juga menimbulkan dampak lintas batas yang dikhawatirkan kembali memicu ketegangan diplomatik dengan negara tetangga, seperti yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam menghadapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi cuaca kering dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. Pemerintah pusat dan daerah diminta segera bertindak tegas dalam pengawasan serta penindakan pembakaran ilegal. Kolaborasi lintas instansi dinilai penting dalam upaya mitigasi dan pencegahan kabut asap yang kerap berulang setiap tahun, demi melindungi kesehatan publik dan menjaga hubungan baik dengan negara tetangga.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE