7 Fenomena Langit Mei 2026: Ada Hujan Meteor Halley hingga Fenomena Langka Blue Moon!

Flower Moon dan Fenomena Micro Moon di Awal Mei

7 Fenomena Langit Mei 2026: Ada Hujan Meteor Halley hingga Fenomena Langka Blue Moon!
Ilustrasi hujan meteor. - (Dok. pexels.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Daftar fenomena langit Mei 2026 hadir membawa kabar gembira bagi para pecinta astronomi dan pengamat bintang di seluruh dunia.

Sepanjang bulan ini, cakrawala malam akan dihiasi oleh berbagai peristiwa langka, mulai dari hujan meteor Eta Aquariids yang berasal dari sisa debu Komet Halley hingga kemunculan Blue Moon yang sangat dinantikan.

Tidak hanya itu, momen Supermoon baru pada pertengahan bulan juga akan menciptakan kondisi langit gelap yang sempurna untuk mengamati kemegahan inti Galaksi Bima Sakti.

Simak jadwal lengkap dan waktu terbaik pengamatan agar Gen tidak melewatkan deretan peristiwa luar biasa yang akan menghiasi langit malam sepanjang Mei 2026.

Berikut adalah rangkuman tujuh fenomena langit yang akan terjadi selama Mei 2026:

1. Flower Moon dan Munculnya Micro Moon (1 Mei)

Bulan purnama pertama di bulan Mei disebut sebagai Flower Moon. Namun, purnama kali ini berstatus sebagai micro moon karena posisi bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga tampak sedikit lebih kecil dan redup dari biasanya.

2. Melintasnya Komet PANSTARRS (5 Mei)

Bagi penduduk di belahan bumi selatan, komet PANSTARRS akan mencapai waktu pengamatan terbaiknya pada 5 Mei malam. Komet ini dapat terlihat di arah barat daya sekitar 45 menit setelah matahari terbenam sebelum cahayanya meredup tertutup sinar bulan.

3. Puncak Hujan Meteor Eta Aquariids (6 Mei)

Berasal dari puing-puing Komet Halley, hujan meteor ini mencapai puncaknya pada malam 5 Mei hingga subuh 6 Mei. Fenomena ini paling jelas terlihat dari lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya, terutama di belahan bumi selatan.

4. Musim Pengamatan Galaksi Bima Sakti (Pertengahan Mei)

Pertengahan Mei menandai waktu ideal untuk melihat inti Galaksi Bima Sakti. Pada periode ini, bagian tengah galaksi mulai terlihat sebelum tengah malam. Momen terbaik adalah sekitar tanggal 6 Mei saat bulan baru, di mana "Great Rift" atau celah besar Bima Sakti akan membentang indah di langit tenggara.

5. Supermoon Baru dan Langit Gelap (16 Mei)

Meskipun disebut Supermoon, pada 16 Mei bulan berada dalam fase Bulan Baru. Artinya, bulan berada sangat dekat dengan Bumi namun tidak memantulkan cahaya ke arah kita. Kondisi ini menciptakan langit yang sangat gelap, sangat sempurna untuk astrofotografi atau mengamati Gugus Bintang Hercules (M13).

6. Konjungsi Bulan Sabit dan Venus (18 Mei)

Pada malam 18 Mei, pemandangan cantik akan tersaji di langit barat. Bulan sabit tipis akan terlihat berdampingan dengan planet Venus yang bersinar terang. Fenomena ini dapat dinikmati sekitar 45 menit setelah matahari terbenam hingga keduanya terbenam sekitar pukul 22.15 waktu setempat.

7. Penutup Bulan: Blue Moon dan Micro Moon (31 Mei)

Mei 2026 diakhiri dengan fenomena langka Blue Moon, yaitu sebutan untuk bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Sama seperti purnama di awal bulan, Blue Moon kali ini juga berstatus micro moon, sehingga ukurannya tampak 14% lebih kecil dibanding saat supermoon.

Deretan fenomena langit sepanjang Mei 2026 ini bukan sekadar peristiwa astronomi biasa, melainkan pertunjukan cahaya alami yang memanjakan mata.

Mulai dari pendar cahaya komet hingga megahnya Galaksi Bima Sakti, bulan ini adalah waktu yang tepat untuk sejenak menepi dari hiruk-pikuk kota dan menengadah ke arah cakrawala yang memukau.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE