Tokoh Ferrari Beri Tanggapan atas Kekalahan Hamilton dari Leclerc
JAKARTA, GENVOICE.ID - Piero Ferrari, putra pendiri legendaris Ferrari, Enzo Ferrari, menepis kekhawatiran bahwa Lewis Hamilton bergabung dengan Ferrari terlalu terlambat dalam kariernya di F1.
Hal ini muncul setelah Hamilton tampil lebih lambat dari rekan setim barunya, Charles Leclerc, dalam uji coba ban Pirelli di Barcelona minggu ini. Hamilton sedang bersiap untuk musim pertamanya bersama Ferrari setelah pindah dari Mercedes dengan kontrak jangka panjang menjelang F1 2025.
Setelah mendapat sambutan hangat di markas Ferrari di Maranello dan sirkuit uji Fiorano bulan lalu, Hamilton mengalami kemunduran saat mengalami kecelakaan parah dalam uji coba mobil lama atau TPC di Sirkuit Barcelona-Catalunya pekan lalu.
Kerusakan akibat kecelakaan tersebut cukup parah dan memakan waktu lama untuk diperbaiki, sehingga Leclerc tidak bisa turun ke lintasan sama sekali pada hari Rabu (5/2) lalu.
Minggu ini, Ferrari kembali ke sirkuit Barcelona untuk uji coba ban Pirelli, di mana Ferrari dan McLaren menggunakan mobil khusus untuk membantu pengembangan ban baru yang akan digunakan di F1 2026.
Meskipun hasil tes ini tidak sepenuhnya mencerminkan performa nyata, Pirelli tetap merilis catatan waktu tercepat, yang memungkinkan perbandingan pertama antara Hamilton dan Leclerc dengan mobil yang sama.
Pada hari pertama uji coba, Hamilton mencatat waktu terbaik 1:15.930, unggul 0,130 detik dari Leclerc. Namun, pada hari kedua, Leclerc membalas dengan mencatat waktu 1,788 detik lebih cepat dari Hamilton.
Pirelli menegaskan bahwa catatan waktu ini "tidak memiliki arti signifikan" karena tim menjalankan program uji coba yang berbeda.
Hamilton bergabung dengan Ferrari setelah mengalami musim yang sulit di Mercedes, di mana ia sering kalah cepat dari rekan setimnya, George Russell, dalam sesi kualifikasi F1 2024. Bahkan, pada balapan di Qatar, Hamilton mengakui bahwa ia tidak secepat dulu.
Namun, Piero Ferrari membantah anggapan bahwa Hamilton bergabung dengan tim terlalu terlambat dalam kariernya.
Ketika ditanya apakah usia Hamilton yang kini 40 tahun menjadi masalah, Piero Ferrari menjawab, "Benar, tapi dia masih dalam kondisi prima. Dia bugar, baik secara fisik maupun mental. Saya tidak melihat usia sebagai masalah. Dia menerima tantangan ini dengan antusiasme besar dan percaya diri dengan peluangnya," dikutip dari PlanetF1, Minggu (9/2).
Hamilton diyakini berada di bawah tekanan untuk langsung tampil kuat di Ferrari. Ada spekulasi bahwa jika setelah beberapa balapan ia tertinggal dari Leclerc, tim principal Ferrari, Fred Vasseur, bisa menerapkan 'team orders' untuk mendukung pembalap yang lebih unggul demi meningkatkan peluang Ferrari dalam perburuan gelar F1 2025.
Laporan dari Italia menyebutkan bahwa beberapa balapan pertama musim ini bisa menentukan siapa yang akan menjadi prioritas utama di tim Ferrari.
Ferrari akan memulai musim dengan strategi 'dua arah', di mana Hamilton dan Leclerc mendapat perlakuan setara. Namun, jika salah satu dari mereka unggul secara signifikan dalam beberapa balapan awal, tim kemungkinan akan memberikan dukungan penuh kepadanya.
Analis F1 Martin Brundle memperingatkan bahwa Ferrari mengharapkan Hamilton bisa beradaptasi sepenuhnya dengan tim paling lambat di balapan ketiga musim ini, Grand Prix Jepang di Suzuka pada 6 April.
Ferrari sendiri sangat serius mengejar gelar juara pertama mereka sejak 2008. Vasseur baru-baru ini mengonfirmasi bahwa mobil SF-25 yang mereka siapkan untuk musim ini adalah desain yang sepenuhnya baru.
0 Comments





- Arab Saudi Bertransformasi Menjadi Pusat Dunia Teknologi Regional
- Meta Luncurkan Program untuk Meningkatkan AI Suara dan Terjemahan
- Dua Kuil Buddha Berumur Ribuan Tahun Rusak Akibat Kebakaran Hutan di Korea Selatan
- Serial TV "A Court of Thorns and Roses" Dibatalkan di Hulu
- LE SSERAFIM Rilis Mini Album Baru "Hot" dan Bersiap untuk Tur Dunia
- Newcastle Akhiri Puasa Gelar dengan Kalahkan Liverpool 2-1
- The White Stripes, Band 'Termuda' yang Masuk Nominasi Rock & Roll Hall of Fame 2025
- Rapat Tertutup RUU TNI di Hotel Fairmont, KontraS dan Koalisi Masyarakat Sipil Protes
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!