Mouly Surya Tutup Festival Film Rotterdam dengan ‘This City Is a Battlefield’, Kritik Kolonialisme Belanda di Indonesia
JAKARTA, Genvoice.id -Sebuah pilihan yang cukup menarik-atau bahkan ironis-buat festival film terbesar di Belanda menutup acaranya dengan film yang terang-terangan mengkritik kekerasan kolonialisme Belanda di Indonesia.
Tahun ini, film penutup festival adalah "This City Is a Battlefield" karya Mouly Surya, yang berlatar di Jakarta tahun 1946, saat para pemimpin nasionalis sudah mendeklarasikan kemerdekaan, tapi kota masih dikuasai Belanda. Ketegangan pun meningkat, berujung pada pertumpahan darah.
Dalam wawancara dengan Variety sebelum gala festival, Mouly Surya mengungkapkan bahwa dia tidak yakin anak-anak di Belanda belajar tentang Indonesia di sekolah mereka. Tapi selama di Rotterdam, dia cukup kaget dengan banyaknya obrolan yang muncul soal sejarah ini.
"Ada banyak versi sejarah, tergantung siapa yang menceritakannya. Aku ketemu orang-orang yang punya hubungan langsung dengan sejarah ini-entah kakek mereka dulu bertugas di militer Belanda di Indonesia atau punya pengalaman lain. Jadi, baik atau buruk, ini sejarah yang kita bagi bersama, dan masih sangat dekat," kata Mouly.
Mouly juga bilang bahwa sebagai filmmaker, tidak ada semacam "kamus" yang menjelaskan peristiwa ini secara jelas.
"Tugas aku adalah mencoba menjelaskan dalam konteks sejarah, karena kisah ini gak sepopuler sejarah lain di era yang sama. Aku ingin menempatkan cerita ini dalam konteks internasional, dan itu jadi tantangan yang sulit tapi juga seru," tambahnya.
"This City Is a Battlefield" diadaptasi dari novel "Jalan Tak Ada Ujung" karya Mochtar Lubis yang terbit tahun 1952. Film ini berfokus pada Isa (Chicco Jerikho), seorang guru biola yang terlibat dalam perlawanan, Hazil (Jerome Kurnia), pemuda lugu yang jadi asistennya, serta Fathima (Ariel Tatum), istri Isa yang juga menarik perhatian Hazil.
Ariel Tatum mengungkapkan bahwa karakter Fathima di buku aslinya tidak terlalu banyak digambarkan, tapi justru itu yang bikin proses membangun perannya makin menarik.
"Mouly ngajak kita buat ngembangin karakter ini sendiri. Kita ngobrol panjang soal bagaimana bikin dia lebih kompleks, supaya cinta segitiga dalam film ini terasa lebih masuk akal," ucapnya.
Sebelum menggarap "This City Is a Battlefield", Mouly sempat debut di industri film Hollywood lewat "Trigger Warning", film thriller Netflix yang dibintangi Jessica Alba.
Saat itu, film "Battlefield" udah punya dana awal, tapi tidak cukup buat menyesuaikan dengan protokol COVID. Jadi, timnya mulai cari peluang co-production, yang akhirnya melibatkan tujuh negara produser.
Belanda juga terlibat dalam produksi "This City Is a Battlefield" lewat Hubert Bals Fund dari IFFR. Ini sejalan dengan komitmen festival untuk mendukung bakat-bakat Indonesia. Direktur festival, Vanja Kaludjercic, mengatakan mereka ingin memberikan ruang lebih besar untuk menampilkan kekayaan industri film Indonesia.
Bulan Desember lalu, Indonesia dan Belanda menandatangani perjanjian co-production di JAFF Market Yogyakarta yang membuka akses bagi film yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi dari Netherlands Film Fund, bahkan potensi cash rebate hingga 35% lewat Netherlands Film Production Incentive.
0 Comments





- Pemain Utama Squid Game Lee Jung Jae Akui Karakter Gi Hun Paling Mengharukan
- Plot Twist! Ternyata Film ‘1 Kakak 7 Ponakan’ Adaptasi dari Sinetron Legendaris Era 90-an
- Lisa BLACKPINK Tampil Bak Dewi dengan Gaun Sheer Putih di Premiere The White Lotus Season 3
- K-Drama Thriller ‘Karma’ Tayang 4 April di Netflix, Park Hae Soo Kembali Beraksi
- Lady Gaga Ungkap Makna di Balik Lagu ‘Abracadabra’, Ini Lirik dan Terjemahannya
- Penting! Tips Cara Aman Melepas Eyelash Extension di Rumah
- Pasang Aplikasi Pinjol Tak Bisa Dihapus, Oppo dan Realme Minta Maaf
- Cuma Butuh 5 Menit! Teknik Kecantikan Ini Bikin Wajah Auto Glowing
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!