Berpotensi Hoaks dan Misinformasi, Apple Didesak untuk Hentikan Fitur Notifikasi Berita AI

N
Nayla Shabrina
Penulis
Techno
Berpotensi Hoaks dan Misinformasi, Apple Didesak untuk Hentikan Fitur Notifikasi Berita AI
- (Dok. Apple).

Fitur notifikasi berita berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Apple, yakni Apple Intelligence, menuai kontroversi dan serangkaian kritik akibat menghasilkan informasi berita yang tidak akurat.

Awalnya, seperti dilansir dari BBC, fitur tersebut dirancang untuk merangkum notifikasi berita terkini. Namun kenyataannya dalam beberapa kasus, berita yang dimunculkan malah membuat klaim palsu yang meresahkan.

Salah satu contoh kasus adalah rangkuman berita dari The New York Times yang menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah ditangkap, padahal kenyataannya tidak demikian.

Tidak hanya itu, dua hari setelah fitur AI tersebut diaktifkan di Inggris pada 11 Desember 2024, BBC juga melaporkan bahwa ringkasan berita AI Apple keliru mengklaim bahwa seorang tersangka pembunuhan, Luigi Mangione, telah menembak dirinya sendiri - sebuah informasi yang sama sekali tidak sesuai dengan berita aslinya.

iklan gulaku

Merespons hal tersebut, organisasi Reporters Without Borders (RSF) segera menyerukan agar perusahaan Apple menghentikan teknologi AI sepenuhnya karena akan merusak kepercayaan publik terhadap informasi yang dikeluarkan media.

"RSF mendesak Apple untuk bertindak secara bertanggungjawab dengan menghapus fitur ini," tegas Kepala Divisi Teknologi dan Jurnalisme RSF, Vincent Berthier, dikutip Cybernews pada Selasa, (7/1).

Menurut Vincent, layanan AI generatif yang diluncurkan Apple masih belum terlalu matang untuk menghasilkan informasi yang dapat diandalkan bagi publik.

"Produksi otomatis informasi palsu yang dikaitkan dengan media tertentu merusak kredibilitas media tersebut dan membahayakan hak publik untuk mendapatkan informasi yang dapat dipercaya tentang isu-isu terkini," imbuhnya.

Tidak hanya RSF, National Union of Journalist (NUJ) juga turut mendesak Apple untuk bertindak cepat dengan menghapus fitur AI tersebut demi mencegah publik mendapatkan informasi yang salah.

"Di masa ketika akses ke pemberitaan yang akurat sangat penting, publik tidak boleh dipaksa untuk meragukan keakuratan berita yang mereka terima," kata Sekretaris Jenderal NUJ, Laura Davidson, dikutip BBC pada Selasa, (7/1).

Usai dihujani kritik dan sorotan, Apple akhirnya buka suara dengan menyatakan sedang mengerjakan perbaikan perangkat lunak notifikasi yang dihasilkan oleh Apple Intelligence, dan akan rampung dalam beberapa minggu mendatang.

Perusahaan teknologi ini juga menambahkan bahwa fitur tersebut sebenarnya bersifat opsional dan pengguna dapat menonaktifkannya.

"Fitur Apple Intelligence masih dalam tahap beta, dan kami terus membuat perbaikan dengan bantuan umpan balik pengguna. Kami mendorong pengguna untuk melaporkan kekhawatiran jika mereka menemukan ringkasan notifikasi yang tidak terduga," kata Apple melalui pernyataan resminya, dikutip dari BBC, Senin, (6/1).

Namun, banyak pihak menilai langkah ini tidak cukup. RSF menyebut bahwa memperjelas sumber AI hanya memindahkan tanggung jawab kepada pengguna untuk memverifikasi keakuratan berita, sementara risiko misinformasi tetap ada.

Perlu diketahui, fitur Apple Intelligence diluncurkan di Inggris pada bulan Desember. Fitur ini hanya tersedia di model iPhone 16, iPhone 15 Pro, dan Pro Max dengan iOS 18.1 ke atas, serta beberapa iPad dan Mac, seperti diberitakan oleh BBC.

Apple bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi masalah ini. Google AI sebelumnya juga mendapat kritik atas fitur ringkasan AI di mesin pencarinya yang menghasilkan tanggapan tidak akurat. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi generatif AI masih jauh dari sempurna dan membutuhkan pengawasan ketat sebelum digunakan secara luas.

  • Tag:
  • No tags available

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today