5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tulang Cepat Keropos

Terlalu lama duduk, diet ketat, hingga konsumsi alkohol berlebihan dapat memengaruhi kekuatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tulang Cepat Keropos
Kenali 5 kebiasaan sehari-hari yang dapat melemahkan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis - (Dok. Pexels).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kesehatan tulang sering kali luput dari perhatian karena penurunan kekuatannya tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Padahal, selain faktor usia dan kekurangan kalsium, sejumlah kebiasaan sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko tulang melemah hingga mengalami osteoporosis.

Dokter spesialis endokrinologi, Joy Tsai, menjelaskan bahwa osteoporosis kerap tidak menunjukkan tanda-tanda sampai seseorang mengalami patah tulang. Karena itu, menjaga kesehatan tulang perlu dilakukan sejak dini dengan memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehari-hari.

Ada beberapa kebiasaan yang mungkin terlihat sepele, tetapi berpotensi memengaruhi kepadatan dan kekuatan tulang jika terus dilakukan. Berikut lima kebiasaan yang perlu diperhatikan.

1. Terlalu Lama Duduk dan Jarang Bergerak

Kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dapat membuat tubuh kekurangan aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang. Tulang membutuhkan rangsangan berupa aktivitas yang memberikan beban pada tubuh agar kepadatannya tetap terpelihara.

Menurut Tsai, orang yang jarang bergerak cenderung tidak memperoleh cukup latihan menahan beban tubuh. Padahal, aktivitas seperti berjalan kaki, menaiki tangga, mendaki, dan menari dapat membantu menjaga kekuatan tulang.

Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam mempertahankan massa otot. Otot yang kuat dapat membantu menopang tubuh dan mendukung kemampuan seseorang dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

2. Kurang Memperhatikan Asupan Protein dan Kalsium

Kebiasaan lain yang dapat berdampak pada kesehatan tulang adalah tidak memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Protein, misalnya, tidak hanya dibutuhkan untuk membangun dan mempertahankan massa otot, tetapi juga berperan dalam mendukung kepadatan tulang.

Sementara itu, kalsium merupakan salah satu nutrisi penting untuk menjaga kesehatan tulang. Orang dewasa sehat umumnya membutuhkan sekitar 1.000 miligram kalsium setiap hari.

Kebutuhan tersebut meningkat menjadi 1.200 miligram per hari pada perempuan berusia di atas 50 tahun dan laki-laki berusia di atas 70 tahun. Sumber kalsium dapat diperoleh dari berbagai makanan, seperti produk susu, sayuran berdaun hijau, dan susu nabati.

3. Menjalani Diet Ketat Tanpa Memenuhi Kebutuhan Gizi

Menjalani pola makan tertentu untuk mengatur berat badan memang menjadi pilihan sebagian orang. Namun, membatasi makanan secara berlebihan tanpa memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dapat membuat tubuh kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk mempertahankan kepadatan tulang.

Risiko tersebut perlu diperhatikan terutama oleh orang yang berulang kali menjalani diet ketat. Ketika asupan makanan terlalu sedikit, tubuh berpotensi tidak memperoleh nutrisi yang cukup untuk mendukung fungsi otot dan tulang.

Karena itu, menjaga pola makan sebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah kalori atau penurunan berat badan. Kecukupan protein, kalsium, dan nutrisi lainnya juga perlu menjadi pertimbangan.

4. Berlebihan Mengonsumsi Kafein, Minuman Bersoda, dan Alkohol

Konsumsi kopi dan minuman bersoda dalam jumlah berlebihan juga diduga dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium. Meski demikian, bukan berarti seseorang harus sepenuhnya menghindari kedua jenis minuman tersebut.

Hal yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah konsumsinya serta menjaga pola makan secara keseluruhan. Kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu secara berlebihan sebaiknya tidak sampai menggantikan asupan makanan bergizi yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu, konsumsi alkohol dalam jumlah besar juga dapat berdampak buruk terhadap pembentukan tulang. Dalam artikel tersebut, konsumsi alkohol lebih dari tiga botol per hari disebut sebagai salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai.

Kebiasaan merokok juga dapat memengaruhi kesehatan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Oleh karena itu, mengurangi paparan terhadap faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kekuatan tulang.

5. Mengabaikan Penggunaan Obat dalam Jangka Panjang

Tidak hanya kebiasaan makan dan aktivitas fisik, penggunaan obat-obatan tertentu juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan penurunan kekuatan tulang.

Salah satunya adalah obat golongan proton pump inhibitors (PPI) yang digunakan untuk mengatasi gangguan asam lambung. Selain itu, obat steroid oral juga disebut dapat berkaitan dengan melemahnya tulang.

Meski demikian, informasi tersebut bukan berarti seseorang harus langsung menghentikan penggunaan obat yang telah diresepkan dokter. Penggunaan obat dalam jangka panjang sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis agar manfaat pengobatan dan potensi risikonya dapat dipertimbangkan.

Kenali Risiko Osteoporosis Sejak Dini

Osteoporosis menjadi kondisi yang perlu diwaspadai karena penurunan kekuatan tulang dapat berlangsung tanpa disadari. Seseorang mungkin baru mengetahui kondisi tersebut setelah mengalami patah tulang, sehingga pencegahan dan perhatian terhadap kesehatan tulang tidak sebaiknya ditunda.

Menjaga kesehatan tulang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti lebih aktif bergerak, memenuhi kebutuhan protein dan kalsium, serta menghindari pola makan yang terlalu ketat. Selain itu, membatasi konsumsi minuman tertentu, menghindari rokok, dan berkonsultasi mengenai penggunaan obat jangka panjang juga dapat menjadi langkah penting.

Dengan mengenali kebiasaan yang berpotensi melemahkan tulang, masyarakat dapat lebih memperhatikan kesehatan tubuh sejak dini. Upaya menjaga tulang bukan hanya dilakukan ketika usia bertambah atau setelah muncul keluhan, melainkan perlu menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE