Gedung Bapenda DKI Terbakar, 1.000 ASN Akan WFH Bergantian

Gedung Bapenda DKI Terbakar, 1.000 ASN Akan WFH Bergantian
- (Dok. Liputan6).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sekitar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, akan menjalani sistem work from home (WFH) secara bergantian setelah gedung tersebut terdampak kebakaran.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah alternatif agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama Gedung Abdul Muis belum dapat digunakan.

Selain bekerja dari rumah secara bergantian, para ASN dapat menjalankan tugas dari kantor suku dinas di wilayah kota atau menggunakan gedung lain milik Pemprov DKI Jakarta.

"Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengaturan kerja sementara melalui skema bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian, berkantor di kantor suku dinas wilayah kota, maupun memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya," bunyi keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

ASN yang terdampak berasal dari sejumlah perangkat daerah yang berkantor di Gedung Abdul Muis. Mereka antara lain berasal dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, serta Dekranasda.

Pemprov DKI memastikan kebakaran tersebut tidak mengganggu layanan perpajakan. Sistem data perpajakan disebut telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan yang berada di lokasi berbeda.

Keamanan data aset daerah yang dikelola BPAD juga dipastikan tetap terjaga. Server dan pusat data milik BPAD berada di lokasi terpisah dari Gedung Abdul Muis sehingga tidak terdampak langsung oleh kebakaran.

Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari lantai 11 dan kemudian merambat hingga lantai 16.

Petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan selama beberapa jam sebelum api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 02.00 WIB. Proses selanjutnya dilanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Seorang pekerja yang berada di lantai 15 berhasil dievakuasi oleh petugas dalam kondisi selamat dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan.

Selama gedung belum dapat digunakan, Pemprov DKI akan menerapkan pengaturan kerja secara bergantian bagi para ASN. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berlangsung meski aktivitas di Gedung Abdul Muis untuk sementara dihentikan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE