Comeback Dramatis Bawa Man United ke Tiga Besar, Michael Carrick Makin Dekat Kursi Permanen
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kebangkitan Manchester United berlanjut di bawah arahan Michael Carrick. Setan Merah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Crystal Palace dengan skor 2-1 di Old Trafford, sekaligus naik ke peringkat ketiga klasemen Premier League.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Carrick menjadi tujuh pertandingan, dengan enam di antaranya berakhir kemenangan sejak ia menggantikan Ruben Amorim. Hasil tersebut semakin menguatkan spekulasi bahwa Carrick menjadi kandidat terdepan untuk menangani United secara permanen.
Pertandingan sempat berjalan tidak sesuai rencana tuan rumah. Palace unggul cepat lewat sundulan Maxence Lacroix pada menit keempat. Gol itu sempat membuat klaim Gary Neville terlihat prematur. Sebelum laga, Neville menyebut Carrick berada di posisi terdepan untuk mendapatkan jabatan manajer tetap dan meyakini United akan mengamankan tiket Liga Champions.
Namun respons United di babak kedua menunjukkan perubahan mentalitas tim. Kartu merah untuk Lacroix usai tinjauan VAR menjadi titik balik. Bruno Fernandes menyamakan kedudukan lewat penalti sebelum memberikan assist untuk gol penentu yang dicetak Benjamin Sesko.
Carrick mengakui timnya sempat menjalani 30 menit terburuk sejak ia mengambil alih kursi pelatih. Meski demikian, ia memuji respons para pemain yang mampu menjaga ketenangan dan meningkatkan intensitas setelah jeda. Ia menilai kemenangan ini sebagai langkah besar, terutama karena tim mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal cepat di kandang sendiri.
Performa United sejak pergantian pelatih memang mencuri perhatian. Dalam sembilan laga awalnya di Premier League, Carrick mencatatkan perolehan poin yang menyamai rekor terbaik dalam sejarah kompetisi, sejajar dengan awal kepelatihan Ange Postecoglou di Tottenham. Capaian tersebut kontras dengan situasi tim sebelum pergantian pelatih, ketika United hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga.
Meski demikian, tantangan konsistensi masih menjadi ujian. Penampilan United belum selalu dominan saat menghadapi tim yang bermain bertahan. Namun Carrick dinilai mampu melakukan penyesuaian taktik di tengah pertandingan, sesuatu yang kerap absen pada era sebelumnya.
Atmosfer di Old Trafford pun berubah. Dukungan suporter kembali terasa kuat, dan nama Carrick mulai dinyanyikan dari tribun. Walau manajemen klub disebut akan tetap berhati-hati sebelum mengambil keputusan jangka panjang, tren positif ini membuat peluang Carrick untuk mendapat kontrak permanen semakin terbuka.
Dengan posisi tiga besar dan peluang besar menuju Liga Champions, perjalanan United di sisa musim kini bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang menentukan arah masa depan kursi manajer di Old Trafford.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!