Prabowo Naik Kereta Cepat Bareng Warga, Siap Buka Konvensi Sains di Bandung

Prabowo Naik Kereta Cepat Bareng Warga, Siap Buka Konvensi Sains di Bandung
- (Dok. MerahPutih).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menarik perhatian publik saat memilih moda transportasi kereta cepat "Whoosh" untuk bertolak ke Bandung pada Rabu (6/8) malam. Tak hanya itu, ia juga menempuh perjalanan bersama masyarakat umum, tanpa perlakuan istimewa.

Usai memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada siang hari, Prabowo langsung menuju Stasiun Halim, Jakarta Timur, dan tiba sekitar pukul 19.45 WIB. Mengenakan kemeja safari dan jaket krem, Presiden menjalani proses keberangkatan seperti penumpang biasa-mulai dari tap in tiket hingga naik eskalator menuju peron.

Setibanya di peron, Prabowo disambut sejumlah petinggi PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), termasuk Direktur HSR Zhang Ming. Ia sempat berfoto bersama jajaran KCIC dan kru kereta sebelum memasuki gerbong penumpang.

Kehadiran Presiden di tengah penumpang biasa ini menjadi simbol kesederhanaan sekaligus promosi terhadap transportasi publik modern Indonesia. Mengutip dari ANTARA News, Kamis (7/8), kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta-Bandung kini menjadi salah satu ikon infrastruktur era baru yang mendukung konektivitas antardaerah.

Perjalanan ke Bandung tersebut dilakukan dalam rangka pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, yang digelar pada 7-9 Agustus di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB. Prabowo dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam forum prestisius tersebut.

KSTI 2025 mengangkat tema "Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Melalui Penguasaan Sains dan Teknologi", serta menghadirkan tokoh-tokoh dunia seperti peraih Nobel Konstantin Novoselov dan Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Indonesia Brian Yuliarto.

Acara ini diikuti lebih dari 3.000 peserta dari berbagai sektor, mulai dari ilmuwan, teknokrat, CEO BUMN, pelaku industri nasional, hingga pengambil kebijakan tingkat tinggi. Forum ini menyoroti delapan sektor prioritas nasional, antara lain: pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta manufaktur canggih.

Langkah Prabowo menggunakan kereta cepat bersama masyarakat mencerminkan komitmennya terhadap efisiensi, kesetaraan akses, dan dukungan terhadap kemajuan teknologi dalam negeri. Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Presiden akan menekankan pentingnya sains dan inovasi sebagai fondasi pertumbuhan Indonesia ke depan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE