Roy Ayers, Legenda Jazz Vibraphone, Meninggal di Usia 84 Tahun

M
M Ihsan
Penulis
Entertainment
Roy Ayers, Legenda Jazz Vibraphone, Meninggal di Usia 84 Tahun
- (Dok. The New York Times).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia musik telah kehilangan salah satu ikon terbesarnya, Roy Ayers, vibraphonist jazz legendaris yang dikenal lewat hit abadi Everybody Loves the Sunshine, meninggal dunia pada usia 84 tahun pada 4 Maret 2025 di New York City setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya dalam waktu lama.

Dilansir dariVariety, keluarga Ayers menyampaikan, "Dengan kesedihan mendalam, keluarga vibraphonist, komposer, dan produser legendaris Roy Ayers mengumumkan kepergiannya. Ia adalah sosok yang sangat berpengaruh dan menjadi kolaborator yang banyak dicari dalam dunia musik."

Ayers dikenal sebagai pionir jazz-funk dan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan neo-soul. Sejak merilis album pertamanya pada 1963, ia terus menelurkan puluhan album dan mencetak lagu ikonik bersama grupnya, Roy Ayers Ubiquity. Musiknya telah banyak disampel oleh berbagai musisi dari berbagai generasi, termasuk Mary J. Blige, Common, Tyler, the Creator, hingga Kanye West.

Sebagai musisi yang aktif berkolaborasi, Ayers pernah bekerja sama dengan The Roots, Guru, Fela Kuti, hingga Rick James. Warisan musiknya tak hanya terdengar dalam jazz, tetapi juga hip-hop dan R&B, dengan sampel lagunya memperkaya hits seperti My Life milik Mary J. Blige, Bonita Applebaum dari A Tribe Called Quest, hingga Get Money milik Junior M.A.F.I.A.

iklan gulaku

Lahir di Los Angeles pada 1940, Ayers tumbuh dalam keluarga musisi dan mulai tertarik pada vibraphone sejak usia lima tahun setelah menyaksikan Lionel Hampton's Big Band. Ia belajar piano dan bernyanyi di paduan suara gereja sebelum akhirnya menerima vibraphone pertamanya di usia 17 tahun. Ia kemudian melanjutkan studi musik di Los Angeles City College dan memulai debut rekamannya bersama saksofonis Curtis Amy pada awal 1960-an.

Tahun 1963, Ayers menandatangani kontrak dengan United Artists dan merilis album debutnya West Coast Vibes. Ia juga sempat bekerja sama dengan flutist jazz Herbie Mann dalam tiga album di bawah label Atlantic Records sebelum bergabung dengan Polydor, label yang menaungi sebagian besar karyanya. Pada 1973, ia menulis dan memproduksi soundtrack untuk film blaxploitation Coffy yang dibintangi Pam Grier, memperkuat jejaknya dalam dunia musik dan film.

Pada era 1970-an, Ayers membentuk Roy Ayers Ubiquity dan merilis lagu legendaris Everybody Loves the Sunshine pada 1976. Lagu ini menjadi mahakarya terbesar dalam kariernya, dengan lebih dari 130 juta streaming di Spotify dan telah dicover oleh artis seperti D'Angelo, Jamie Cullum, hingga Robert Glasper.

Sepanjang kariernya, Ayers terus berkarya dengan merilis album serta mendirikan dua label musik, Uno Melodic dan Gold Mink Records. Album solo terakhirnya, Mahogany Vibe, dirilis pada 2004 dan menampilkan kolaborasi dengan Betty Wright, Kamilah, serta Erykah Badu. Ia juga sempat tampil dalam lagu Find Your Wings milik Tyler, the Creator pada 2015 dan tampil di festival Camp Flog Gnaw dua tahun kemudian.

Pada 2020, ia berkolaborasi dengan Adrian Younge dan Ali Shaheed Muhammad dalam album Roy Ayers JID002 yang dirilis melalui label Jazz Is Dead, mempertegas pengaruhnya dalam skena musik kontemporer.

Pengaruh Ayers dalam dunia musik tak terbantahkan. Musiknya yang hangat dan khas terus memberi warna bagi berbagai genre, dari jazz hingga hip-hop. Warisan musikalnya akan terus dikenang dan dirayakan oleh generasi musisi yang datang setelahnya.

Ayers meninggalkan istrinya, Argerie, serta dua anak mereka, Mtume dan Ayana Ayers.

  • Tag:
  • Musik Jazz
  • Roy Ayers

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today