Drama Baru Perang Chip! AS Izinkan Nvidia Ekspor H200 ke China, Tapi Ambil Keuntungan yang Buat Trump Panas!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Amerika Serikat kembali bikin manuver mengejutkan di tengah panasnya persaingan teknologi global.
Departemen Perdagangan AS dilaporkan bakal mengizinkan Nvidia mengekspor chip AI canggih H200 ke China, tapi cuma untuk pelanggan yang sudah disetujui pemerintah. Jadi tetap ketat, tapi nggak sepenuhnya tutup pintu.
Menurut laporan CNBC dan TechCrunch, pemerintah AS bakal mengambil 25% dari total pendapatan penjualan chip tersebut. Yup, quarter cut! Sementara itu, chip yang dikirim ke China juga bukan barang baru-hanya H200 yang berusia sekitar 18 bulan yang boleh diekspor.
H200 sendiri jauh lebih gahar dibandingkan H20, chip versi "dikebiri" yang Nvidia khusus bikin untuk pasar China.
Dalam email ke TechCrunch, juru bicara Nvidia mengapresiasi keputusan Presiden Donald Trump. Ia menyebut kebijakan baru ini membantu industri chip AS tetap kompetitif sambil membuka peluang lapangan kerja dan manufaktur domestik. Nvidia menganggap memberi akses H200 kepada pelanggan yang sudah diverifikasi Departemen Perdagangan adalah langkah "seimbang dan bijak."
Trump bahkan bilang bahwa Presiden China Xi Jinping "merespons positif" keputusan ini lewat unggahannya di Truth Social.
Menariknya, kabar ini muncul hanya seminggu setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan keputusan soal ekspor chip sepenuhnya berada di tangan Trump. Dan ya, ini bikin panas sejumlah anggota Kongres.
Beberapa anggota Kongres menolak keras keputusan ini, terutama terkait isu keamanan nasional. Senator Pete Ricketts (Republik) dan Chris Coons (Demokrat) bahkan sudah mengajukan RUU SAFE Chips Act, yang bakal melarang semua ekspor chip AI canggih ke China selama 30 bulan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!