Tim SAR Temukan Objek Diduga Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Dasar Laut Selat Bali
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tim SAR gabungan melaporkan telah menemukan sebuah objek di dasar laut dengan kedalaman 40-60 meter yang diduga kuat merupakan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya.
Dilansir dari Antara, penemuan ini terjadi pada hari ketiga pencarian kapal yang tenggelam di Selat Bali, Sabtu (6/7).
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menyampaikan bahwa Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan telah mengidentifikasi objek bawah air yang diduga bangkai kapal tersebut. Menurutnya, ada pergeseran posisi objek ke arah utara, sementara sebagian besar korban ditemukan di arah selatan. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bersama kapal TNI AL KRI Pulau Fanildo, yang akan datang untuk membantu verifikasi lebih lanjut.
"Kita lihat bersama ada pergeseran ke arah utara, sementara korban banyak ditemukan ke arah selatan. Hal ini yang perlu kami evaluasi dengan kehadiran KRI Pulau Fanildo, semoga malam ini bisa memverifikasi data yang sudah dimiliki saat ini," kata Eko.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, spesifikasi dan bentuk objek bawah laut tersebut, termasuk panjang dan lebarnya, sangat mirip dengan kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Namun, tim SAR masih harus melakukan verifikasi ulang menggunakan alat khusus.
Untuk memastikan keberadaan objek, tim SAR akan memanfaatkan teknologi sonar dan remotely operated vehicle (ROV) yang dimiliki oleh KRI Pulau Fanildo. Alat sonar menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi dan mengidentifikasi benda di bawah permukaan air, sementara ROV dapat mengambil gambar visual dari dasar laut.
Panglima Komando Armada II Surabaya, Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, menyebutkan KRI Pulau Fanildo diperkirakan tiba di perairan Banyuwangi malam ini sekitar pukul 20.00 WIB dan segera menjalankan misi pencarian.
"KRI Pulau Fanildo akan langsung melaksanakan tugasnya ke titik datum kapal tenggelam menggunakan alat sonar dan magnetometer untuk mendeteksi logam," ujar Laksamana Muda Alit.
"Dengan ROV, kami dapat mengambil visual di dasar laut di titik yang diduga lokasi kapal tenggelam."
Sampai hari ketiga pencarian, belum ditemukan korban di permukaan air. KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu (2/7) malam pukul 23.35 WIB, mengangkut 53 penumpang, 12 ABK, serta 22 unit kendaraan. Hingga kini, 30 orang telah ditemukan selamat, enam ditemukan meninggal dunia, sementara 29 lainnya masih dalam pencarian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!