Ditinggal Investor! Proyek Kereta Gantung Rinjani Senilai Rp2,2 Triliun Resmi Batal
JAKARTA, GENVOICE.ID - Harapan besar terhadap pembangunan kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani dari Lombok Tengah kini pupus.
Dilansir dari Antara, pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengonfirmasi bahwa proyek ambisius tersebut resmi batal menyusul kabar hilangnya investor utama asal China.
"Kabar dari investor hilang, jadi batal," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah, Lalu Wiranata.
Pembangunan kereta gantung yang telah dilakukan peletakan batu pertamanya pada akhir 2022 itu awalnya ditargetkan rampung pada 2025. Namun, sejak saat itu, perkembangan proyek senilai Rp2,2 triliun itu terhenti total tanpa kejelasan dari pihak investor.
"Alasan batal kami tidak tahu pasti. Mungkin karena alasan internal perusahaan," kata Wiranata.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi NTB agar segera mencarikan investor baru yang bersedia melanjutkan proyek strategis ini. Pemerintah daerah tetap menyatakan dukungan penuh terhadap kelanjutan rencana tersebut.
"Kami berharap supaya dicarikan investor baru. Kami tetap mendukung pembangunan itu," tegasnya.
Proyek kereta gantung Rinjani rencananya dibangun di kawasan hutan lindung Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, dengan panjang lintasan sekitar 10 kilometer dan luas lahan mencapai 500 hektare. Lokasi akhir jalur kereta ini berada sekitar dua kilometer di bawah Pos Pelawangan Rinjani, salah satu titik favorit pendaki.
Jika proyek ini terlaksana, kereta gantung diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata NTB, sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), dan pemberdayaan pelaku UMKM.
"Dampak ekonomi pasti ada. Semoga bisa terwujud meskipun dengan investor baru," kata Wiranata optimistis.
Sebelumnya, peletakan batu pertama proyek ini dilakukan oleh Gubernur NTB saat itu, Zulkieflimansyah, bersama Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, pada 18 Desember 2022. Zulkieflimansyah menyebut bahwa kereta gantung Rinjani akan menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Rinjani tanpa harus mendaki secara fisik.
"Pembangunan kereta gantung ini menjadikan Provinsi NTB sebagai kawasan pariwisata yang lengkap," ujarnya saat itu.
Kini, dengan hengkangnya investor tanpa kabar, proyek yang digadang-gadang mengubah wajah pariwisata NTB ini harus menunggu kesempatan kedua-jika ada pihak yang bersedia melanjutkannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!