Prabowo Terharu Indonesia Dinobatkan Paling Bahagia, Meski Rakyat Hidup Sederhana dan Belum Sejahtera

Survei global menobatkan Indonesia sebagai negara paling bahagia di dunia. Prabowo terharu, meski akui rakyat masih hidup sederhana dan belum sejahtera.

Prabowo Terharu Indonesia Dinobatkan Paling Bahagia, Meski Rakyat Hidup Sederhana dan Belum Sejahtera
Presiden Prabowo Subianto dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026). - (Dok. YouTube Sekretariat Presiden).
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rasa haru dan keprihatinan yang bercampur menjadi satu setelah mengetahui hasil survei global yang menyebut masyarakat Indonesia sebagai bangsa paling bahagia di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Survei yang dimaksud berasal dari Global Flourishing Study (GFS), sebuah riset internasional kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup. Studi ini melibatkan ratusan ribu responden dari berbagai negara untuk mengukur tingkat kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Dari hampir 200 negara yang disurvei, Indonesia justru menempati posisi puncak sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi.

"Dari hampir 200 negara, bangsa yang rakyatnya mengatakan dirinya bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini sungguh mengharukan bagi saya," ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta perayaan.

Rasa haru itu, menurut Prabowo, muncul karena realitas sosial yang masih dihadapi sebagian besar rakyat Indonesia. Ia secara terbuka mengakui bahwa banyak warga yang hingga kini hidup dalam kondisi sangat sederhana dan belum sepenuhnya sejahtera secara ekonomi. Namun, ketika ditanya tentang kebahagiaan, mayoritas tetap menjawab bahwa mereka merasa bahagia.

Pengakuan tersebut, lanjut Prabowo, sering kali sulit dipahami oleh bangsa lain. Bagaimana mungkin masyarakat yang secara ekonomi belum mapan justru menempati peringkat teratas dalam indeks kebahagiaan global? Bagi Prabowo, inilah kekuatan sekaligus tantangan besar bagi kepemimpinannya.

Ia menegaskan temuan ini menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk bekerja lebih keras. Bersama jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat agar kebahagiaan tersebut dapat berjalan seiring dengan perbaikan kualitas hidup.

"Saya dan para pembantu saya bekerja sangat keras. Sudah satu tahun kami menerima mandat dari rakyat Indonesia, dan saya percaya mereka adalah putra-putri terbaik bangsa," tegasnya.

Sebagai informasi, Global Flourishing Study tidak hanya menilai kebahagiaan dari sisi ekonomi. Konsep "flourishing" yang digunakan mencerminkan kesejahteraan holistik, mencakup keseimbangan antara aspek fisik, mental, moral, dan sosial. Ada lima dimensi utama yang diukur, yakni kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, makna serta tujuan hidup, karakter dan nilai moral, serta kualitas hubungan sosial.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 23 negara dan wilayah. Hasilnya, Indonesia mencatat skor rata-rata flourishing sebesar 8,47 dari skala 10, mengungguli negara-negara lain seperti Meksiko dan Filipina. Sebaliknya, Jepang berada di posisi terbawah dengan skor 5,93.

Temuan ini sekaligus mempertegas karakter masyarakat Indonesia yang dikenal tangguh, bersahaja, dan memiliki ikatan sosial kuat-sebuah modal sosial besar yang kini menjadi perhatian dunia.
A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE