Nggak Main-Main! Conan O'Brien Sentil Timothee Chalamet hingga Donald Trump di Oscar 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pembawa acara Conan O'Brien kembali menunjukkan gaya komedinya yang tajam saat memandu malam puncak Academy Awards ke-98 yang digelar di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (15/3) waktu setempat. Dalam monolog pembukaannya, komedian veteran itu melontarkan berbagai sindiran kepada sejumlah tokoh terkenal, mulai dari aktor Timothée Chalamet hingga Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sejak awal acara, O'Brien langsung memancing tawa penonton dengan menyentil pernyataan Timothée Chalamet yang sebelumnya viral terkait dunia balet dan opera. Dengan gaya satir khasnya, ia mengaku keamanan acara Oscar tahun ini diperketat karena adanya kekhawatiran terhadap "serangan" dari komunitas balet dan opera.
Candaan tersebut disambut gelak tawa para tamu undangan. O'Brien bahkan menambahkan bahwa komunitas jazz kemungkinan juga akan marah karena tidak disebutkan dalam leluconnya.
Tak hanya aktor film "Marty Supreme" itu yang menjadi sasaran, O'Brien juga melontarkan candaan kepada CEO Netflix, Ted Sarandos. Ia menirukan gaya bicara Sarandos sambil bercanda mengenai kebiasaan penonton layanan streaming yang seharusnya menonton film dari rumah, bukan di bioskop.
Selain dunia hiburan, O'Brien turut memasukkan unsur politik dalam monolognya. Ia sempat menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui beberapa lelucon yang memancing reaksi penonton di dalam Dolby Theatre.
Dalam salah satu bagiannya, O'Brien menyinggung absennya aktor Inggris dalam nominasi kategori Best Actor dan Best Actress pada Oscar tahun ini. Ia kemudian melontarkan candaan yang dianggap sebagai sindiran terhadap tokoh-tokoh yang namanya sempat muncul dalam dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.
O'Brien juga membuat lelucon dengan mengubah nama Dolby Theatre menjadi sebutan yang nyeleneh. Ia kemudian menambahkan komentar satir tentang kebiasaan Trump menempelkan namanya pada berbagai institusi atau bangunan.
Sindiran tersebut merujuk pada beberapa langkah Trump yang sebelumnya mengganti nama sejumlah institusi dengan menambahkan identitasnya, termasuk pada Kennedy Center di Washington DC.
Meski monolognya penuh candaan tajam, O'Brien juga sempat mengungkapkan sisi lain dari persiapan acara Oscar tahun ini. Ia menjelaskan bahwa menulis monolog pembuka untuk ajang penghargaan sebesar Oscar bukan hal mudah, terutama di tengah arus berita yang berubah sangat cepat.
Menurutnya, tim penulis sudah mulai menyusun materi monolog sejak awal Januari. Namun, banyak lelucon yang akhirnya harus dibuang karena perkembangan berita membuat topik tersebut tidak lagi relevan.
O'Brien juga mengungkap bahwa ada satu film nominasi Best Picture yang sangat sulit dijadikan bahan candaan, yaitu drama periode Netflix berjudul "Train Dreams".
Film yang dibintangi Joel Edgerton itu menceritakan kehidupan Robert Grainier, seorang pekerja kereta api sekaligus penebang pohon yang menjalani hidup sederhana di wilayah hutan Pacific Northwest pada awal abad ke-20.
Menurut O'Brien, tim penulisnya bahkan sempat mencoba membuat ribuan lelucon tentang film tersebut, tetapi semuanya gagal karena ceritanya terlalu serius dan indah secara visual.
"Train Dreams" sendiri menjadi salah satu film yang cukup diperhitungkan di Oscar 2026 dengan empat nominasi, termasuk Best Picture, Best Adapted Screenplay, dan Best Cinematography.
Film tersebut bersaing dengan sejumlah judul besar lain seperti "Sinners" karya Ryan Coogler dan "One Battle After Another" garapan Paul Thomas Anderson.
Malam penghargaan Oscar 2026 akhirnya menjadi kombinasi antara perayaan industri film sekaligus panggung hiburan penuh sindiran tajam, dengan Conan O'Brien sebagai pusat perhatian lewat monolog pembukanya yang berani dan penuh humor satir.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!