BEM SI Gelar Aksi di DPR Besok, 4 Tuntutan Pendidikan Dibawa dari UU Sisdiknas hingga Kesejahteraan Guru

BEM SI akan menggelar aksi di Gedung DPR RI pada Senin (5/10/2026) pukul 13.00 WIB dengan membawa empat tuntutan terkait sistem pendidikan nasional.

BEM SI Gelar Aksi di DPR Besok, 4 Tuntutan Pendidikan Dibawa dari UU Sisdiknas hingga Kesejahteraan Guru
BEM SI akan demo di DPR pada 5 Oktober 2026 dengan empat tuntutan, mulai revisi UU Sisdiknas, pendidikan gratis, kesejahteraan guru hingga keberlanjutan PTS. - (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar demonstrasi di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (5/10/2026). Aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang berfokus pada persoalan pendidikan nasional, termasuk dorongan agar pendidikan dapat diakses secara gratis.

Seruan aksi disampaikan BEM SI melalui akun media sosial resminya pada Minggu (4/10/2026). Dalam seruan tersebut, mahasiswa mengajak peserta untuk hadir dan mengawal langsung agenda aksi di DPR RI pada 5 Oktober 2026.

"Seruan aksi nasional desak RUU Sisdiknas. Pendidikan harus gratis apa pun harganya," tulis BEM SI melalui akun @bem_si, Minggu (4/10/2026).

BEM SI menilai pendidikan gratis tidak seharusnya berhenti sebagai janji atau wacana. Menurut mereka, akses pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang perlu diwujudkan secara merata, mulai dari Aceh hingga Papua serta dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

Selain persoalan akses pendidikan, mahasiswa juga menilai kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan perlu menjadi bagian dari pembenahan sistem pendidikan. Mereka menyebut para tenaga pendidik yang setiap hari menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa berhak mendapatkan kesejahteraan, kepastian, dan penghargaan yang layak.

4 Tuntutan Mahasiswa di DPR

Dalam aksi yang akan digelar di Gedung DPR, BEM SI membawa empat tuntutan utama. Keempat tuntutan tersebut berkaitan dengan revisi UU Sisdiknas, pendidikan gratis, kesejahteraan tenaga pendidik, serta keberlanjutan perguruan tinggi swasta.

Tuntutan pertama adalah mendesak pembahasan dan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dilakukan secara partisipatif dan komprehensif. BEM SI ingin proses perubahan aturan tersebut melibatkan berbagai pihak dan dapat menjawab persoalan pendidikan yang terjadi di masyarakat.

Tuntutan kedua adalah mendesak pemerintah merealisasikan pendidikan secara gratis. Gagasan tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari perdebatan mengenai pembenahan sistem pendidikan nasional, termasuk kebutuhan untuk memperjelas skema pembiayaan agar kebijakan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Tuntutan ketiga berkaitan dengan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Mahasiswa meminta pemerintah memberikan kesejahteraan yang layak kepada tenaga pendidik sekaligus memastikan adanya kepastian bagi mereka yang menjalankan tugas pendidikan.

Tuntutan keempat adalah menjamin keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam kebijakan pendidikan gratis. BEM SI menilai kebijakan pembebasan biaya pendidikan perlu memperhitungkan keberlangsungan institusi pendidikan swasta agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru dalam penyelenggaraan pendidikan.

"Pertama mendesak pembahasan dan revisi Undang-Undang Sisdiknas secara partisipatif dan komprehensif, lalu kedua mendesak pemerintah untuk merealisasikan pendidikan secara gratis, ketiga memberikan kesejahteraan terhadap guru dan tenaga kependidikan, dan terakhir menjamin keberlanjutan PTS dalam kebijakan pendidikan gratis," tulis BEM SI.

Demo Dijadwalkan Mulai Pukul 13.00 WIB

BEM SI memastikan aksi akan berlangsung di Gedung DPR RI pada Senin (5/10/2026). Massa mahasiswa dijadwalkan mulai berkumpul dan menyampaikan aspirasi pada pukul 13.00 WIB.

Melalui seruan yang disampaikan di media sosial, BEM SI mengajak mahasiswa tidak hanya membicarakan persoalan pendidikan, tetapi turut hadir dalam aksi. Mereka juga meminta peserta untuk bersama-sama mengawal penyampaian aspirasi di kompleks parlemen.

"Mari perjuangan ini tidak cukup hanya dibicarakan. Kita harus hadir. Kita harus bersuara, kita harus mengawal aksi di DPR RI, Jakarta pada 5 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB," tulis BEM SI.

Aksi tersebut berlangsung di tengah pembahasan mengenai perubahan sistem pendidikan nasional. Sebelumnya, pemerintah juga telah melakukan kajian terkait kebutuhan pembiayaan untuk menindaklanjuti arahan pendidikan tinggi negeri gratis, sementara DPR melalui Komisi X telah membahas sejumlah aspek dalam RUU Sisdiknas.

BEM SI berharap aksi tersebut dapat menjadi wadah untuk menyampaikan tuntutan mengenai pendidikan yang lebih terjangkau dan berkeadilan. Mereka juga mengajak mahasiswa memperjuangkan pendidikan gratis, kesejahteraan guru, serta sistem pendidikan yang dinilai lebih berpihak kepada masyarakat.

"Mari kita satukan langkah untuk memperjuangkan pendidikan secara gratis, guru sejahtera, pendidikan berkeadilan karena untuk masa depan jutaan anak bangsa," tulis BEM SI.

Dengan empat tuntutan tersebut, mahasiswa akan mendatangi Gedung DPR RI pada Senin siang untuk menyampaikan aspirasi mereka. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian desakan mahasiswa agar pembahasan kebijakan pendidikan tidak hanya berfokus pada aturan, tetapi juga memastikan akses, pembiayaan, kesejahteraan tenaga pendidik, dan keberlanjutan perguruan tinggi.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE