Dokter Kandungan Ungkap Fakta Liburan Bisa Tingkatkan Kesuburan Pasangan, Happy Man, Happy Sperm!
Sering liburan disebut bisa meningkatkan peluang hamil. Dokter kandungan jelaskan hubungan stres, hormon, ovulasi, dan kualitas sperma.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Ungkapan "happy man, happy sperm" ternyata bukan sekadar candaan belaka. Di balik kalimat ringan tersebut, tersimpan penjelasan medis yang masuk akal. Seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan mengungkap kondisi mental yang rileks, termasuk saat berlibur, memang dapat berkontribusi pada meningkatnya peluang kehamilan bagi pasangan yang sedang merencanakan momongan.
Menurut dr Niken Pudji Pangastuti, SpOG-KFER, konsultan fertilitas dari Brawijaya Hospital Antasari, suasana hati yang tenang memiliki pengaruh langsung terhadap keseimbangan hormon dalam tubuh. Saat seseorang merasa santai dan jauh dari tekanan, kadar hormon stres seperti kortisol cenderung lebih rendah.
"Dalam kondisi rileks, biasanya kortisol kita juga tidak terlalu tinggi," ujar dr Niken saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan. Ia menjelaskan bahwa stres kronis dapat mengganggu sistem hormonal, yang pada akhirnya berdampak pada fungsi reproduksi.
Lebih lanjut, dr Niken menyebut hormon yang lebih seimbang memungkinkan proses biologis berjalan lebih optimal. Pada perempuan, kondisi ini dapat membantu ovulasi terjadi dengan lebih lancar dan teratur. Ovulasi yang baik tentu menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan peluang kehamilan.
Tak hanya berdampak pada perempuan, efek positif dari kondisi mental yang bahagia juga dirasakan oleh pria. Faktor hormon yang stabil dapat memengaruhi kualitas sperma, baik dari segi jumlah, bentuk, maupun pergerakannya. Inilah yang kemudian melahirkan istilah populer yang disampaikan dr Niken dengan nada santai, "Happy man, happy sperm."
Namun, dr Niken menegaskan liburan bukanlah faktor tunggal penentu keberhasilan kehamilan. Kesuburan adalah hasil dari kombinasi berbagai aspek, mulai dari kondisi kesehatan reproduksi suami dan istri, usia, gaya hidup, pola makan, hingga frekuensi dan waktu berhubungan intim.
"Kalau sebenarnya tidak ada masalah pada kedua belah pihak, mau liburan atau tidak, peluang hamil tetap ada," jelasnya. Artinya, liburan lebih berperan sebagai faktor pendukung, bukan solusi utama.
Bagi pasangan yang sudah cukup lama menantikan kehadiran buah hati namun belum membuahkan hasil, dr Niken menyarankan untuk tidak hanya mengandalkan relaksasi semata. Pemeriksaan menyeluruh tetap penting untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan kesuburan, baik pada pria maupun wanita.
Meski demikian, menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres tetap menjadi langkah yang sangat dianjurkan. Selain membantu keseimbangan hormon, liburan atau waktu berkualitas bersama pasangan juga dapat meningkatkan kedekatan emosional, yang secara tidak langsung berdampak positif pada program kehamilan.
Kesimpulannya, liburan memang bukan jaminan instan untuk cepat hamil, tetapi kondisi bahagia dan rileks dapat menciptakan lingkungan tubuh yang lebih kondusif bagi reproduksi.
Jadi, jika selama ini perjalanan santai membuat hubungan lebih hangat dan pikiran lebih tenang, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh pikiran, tetapi juga oleh sistem reproduksi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!