BEM SI Demo Hari Ini di DPR, Suarakan Keresahan Rakyat Akibat Korupsi dan Hukum Dipolitisasi

Mahasiswa Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Evaluasi Anggaran DPR

BEM SI Demo Hari Ini di DPR, Suarakan Keresahan Rakyat Akibat Korupsi dan Hukum Dipolitisasi
Poster aksi damai hari ini BEM SI. - (Dok. Instagram @bem_si).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau yang biasa kita kenal BEM SI, akan mengadakan demo besar-besaran di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari Kamis, 4 September 2025.

Rencananya, aksi ini bakal dimulai ketika jam makan siang, tepatnya pukul 13.00 WIB. Mereka juga mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk ikut turun ke jalan.

Aksi ini mempunyai tema yang sangat menyentuh, "Selamatkan Indonesia." Lewat akun Instagram @bem_si, mereka memberikan pesan untuk para mahasiswa dan masyaraka.

Menurut mereka, kegelisahan rakyat itu bukan gara-gara demo, tapi karena banyak masalah yang belum kelar. Mulai dari korupsi yang makin menjadi-jadi, hukum yang dimainkan untuk kepentingan politik, sejarah yang dipelintir, sampai kebijakan negara yang cuek bebek dengan nasib rakyat.

Mereka mengatakan, menyelamatkan Indonesia itu bukan cuma tugas pemerintah, tapi tanggung jawab semua. Jadi, yuk, bersatu dan menyuarakan aspirasi kita!

Nah, yang jadi pemicu utama aksi ini adalah tragedi yang membuat hati miris. Muzammil Ihsan, Koordinator Pusat BEM SI, bercerita di Instagram pribadinya kalau demo ini dipicu oleh kematian Affan Kurniawan, seorang abang ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil saat demo tanggal 28 Agustus lalu.

Muzammil menjelaskan, kejadian ini harusnya jadi alarm untuk aparat keamanan dan lembaga negara agar mau reformasi besar-besaran.

Tuntutan mereka juga tidak main-main, Gen. Ada beberapa poin penting yang mereka sampaikan. Pertama, sahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Kedua, stop beban pajak untuk rakyat kecil. Ketiga, evaluasi anggaran DPR. Keempat, audit total Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kemudian, mereka juga minta untuk ada revolusi di Kabinet Merah Putih dan bebaskan semua demonstran yang ditahan. Semua tuntutan ini sudah mereka sampaikan langsung ke tiga Wakil Ketua DPR saat audiensi tanggal 3 September kemarin.

Audiensi ini sendiri digelar setelah demo sejak 25 Agustus lalu berakhir rusuh dan membuat 10 warga sipil meninggal. Sedih banget, kan?

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kalau pimpinan fraksi akan membahas yang namanya "17+8 Tuntutan Rakyat." Ini semacam rangkuman dari semua curhatan rakyat yang lagi viral di media sosial.

Total ada 17 tuntutan untuk jangka pendek dan 8 tuntutan untuk jangka panjang. Pemerintah dan DPR diberikan deadline sampai 5 September 2025 untuk menyelesaikan 17 poin jangka pendek itu. Sementara buat 8 poin sisanya, mereka diberi waktu satu tahun. Semoga aja tuntutan-tuntutan ini beneran didengar dan direalisasikan ya, Gen!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE