BEM SI dan BEM UI Serukan Aksi Nasional, Mahasiswa Protes Brutalitas Polisi Pasca Kematian Driver Ojol

BEM SI dan BEM UI serukan aksi di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, menuntut pertanggungjawaban Polri atas brutalitas aparat yang berujung tewasnya driver ojol.

BEM SI dan BEM UI Serukan Aksi Nasional, Mahasiswa Protes Brutalitas Polisi Pasca Kematian Driver Ojol
Seruan aksi BEM SI. - (Dok. Instagram @bem_si dan antaranews.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus tewasnya driver ojol yang terlindas mobil taktis Brimob saat demo DPR bikin emosi masyarakat memuncak. Kini, giliran mahasiswa yang angkat bicara. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi besar-besaran, menuntut keadilan dan mengecam brutalitas aparat!

Lewat media sosial, BEM SI secara tegas mengajak masyarakat turun ke jalan. Menurut mereka, aksi ini bukan cuma soal kebijakan yang merugikan, tapi juga menolak "wajah anarko aparat". Mereka menganggap polisi sudah melenceng dari tugasnya sebagai pelindung rakyat, dan malah berubah jadi penindas.

"Hari ini kita turun ke jalan bukan hanya menolak kebijakan yang merugikan rakyat, tapi juga menolak wajah anarko aparat," tulis BEM SI di akun resminya.

Aksi ini rencananya bakal terpusat di Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri), Jakarta Selatan, pada pukul 13.00 WIB. Tak hanya di Jakarta, BEM di berbagai daerah juga diajak menggelar demo di kantor polda masing-masing. Mereka menuntut pembubaran institusi yang dianggap melanggar HAM.

BEM UI juga tidak mau kalah. Lewat tajuk aksi "#AparatKeparat", mereka mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk demo di kantor Polda Metro Jaya. Mereka ingin meminta pertanggungjawaban penuh atas tewasnya driver ojol bernama Affan Kurniawan dan mengecam tindakan polisi yang menembakkan gas air mata serta kekerasan lainnya.

Kronologi Mencekam: Gas Air Mata dan Rantis Maut

Kematian Affan Kurniawan bermula saat polisi membubarkan demonstrasi di sekitar Rusun Benhil II. Menurut saksi mata, Kevin, sebuah mobil rantis Brimob melaju kencang dan melindas driver ojol yang terjatuh di tengah jalan. Parahnya, mobil itu tidak berhenti sama sekali.

"Ada (pengemudi) ojek online yang terjatuh dan tertabrak. Tapi mobil tidak berhenti, melainkan terus maju dan melindas korban," kata Kevin.

Selain melindas korban, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah rusun, bahkan sampai tercium hingga lantai 10. Aksi ini terjadi setelah gelombang massa mahasiswa dan pelajar datang ke gedung DPR, menuntut pembubaran DPR dan pencabutan tunjangan anggota dewan.

Sebelumnya, demo juga dilakukan oleh serikat buruh dengan tuntutan hapus outsourcing dan tolak upah murah. Insiden tragis ini menjadi pemicu kemarahan publik, yang kini disuarakan langsung oleh para mahasiswa. Mereka khawatir korban akan terus berjatuhan jika kasus ini tidak diusut tuntas.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE