6 Drakor Netflix yang Bukan Sekadar Fiksi, Inspirasinya Ternyata dari Kejadian Nyata
Tak semuanya murni fiksi, sejumlah drama Korea di Netflix ternyata mengambil inspirasi dari kasus kriminal, kisah tokoh nyata, hingga profesi yang benar-benar ada.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Drama Korea biasanya identik dengan cerita fiksi yang penuh romansa, konflik keluarga, kriminal hingga perjalanan hidup para tokohnya. Namun, ternyata ada sejumlah drakor yang mengambil inspirasi dari kejadian nyata sehingga ceritanya terasa lebih dekat dengan kehidupan sebenarnya.
Meski demikian, kisah nyata tersebut tidak selalu diangkat secara utuh ke dalam layar kaca. Para kreator biasanya menggabungkannya dengan karakter, konflik dan alur fiksi agar cerita menjadi lebih dramatis serta menarik untuk diikuti.
1. Teach You A Lessons (2026)
Sumber: Netflix
Teach You A Lessons menjadi salah satu drama Korea terbaru yang mengambil inspirasi dari berbagai persoalan nyata di dunia pendidikan. Drama ini mengikuti Na Hwa Jin (Kim Moo Yeol), seorang inspektur Educational Rights Protection Bureau atau ERPB yang merupakan lembaga fiktif dalam cerita.
Na Hwa Jin bekerja bersama Choi Gang Seok (Lee Sung Min), Im Han Rim (Jin Ki Joo) dan Pyo Ji Hoon (P.O) untuk menangani berbagai persoalan serius di lingkungan pendidikan. Meski diadaptasi dari webtoon, sejumlah episode drama ini mengambil inspirasi dari kejadian yang pernah terjadi di dunia nyata.
Kasus-kasus tersebut kemudian dikembangkan menjadi konflik dalam cerita sehingga tidak seluruh kejadian yang ditampilkan merupakan rekonstruksi peristiwa sebenarnya. Pendekatan tersebut membuat drama tetap memiliki unsur fiksi sekaligus membawa persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan penonton.
2. Juvenile Justice (2022)

Sumber: Netflix
Buat penggemar drama hukum, Juvenile Justice menawarkan cerita tentang kasus kriminal yang melibatkan anak di bawah umur. Drama ini mengikuti Sim Eun Seok (Kim Hye Soo), hakim yang dikenal tegas dan memiliki pandangan keras terhadap pelaku kejahatan anak.
Ia kemudian ditempatkan di pengadilan anak dan harus menangani berbagai kasus bersama Cha Tae Joo (Kim Mu Yeol) serta Kang Won Joong (Lee Sung Min). Perbedaan pandangan antarhakim membuat setiap perkara tidak hanya berbicara tentang hukuman, tetapi juga kondisi anak dan lingkungan di sekitarnya.
Menariknya, sejumlah kasus yang muncul dalam Juvenile Justice terinspirasi dari kasus kriminal anak yang pernah terjadi di Korea Selatan. Kisah nyata tersebut kemudian dikembangkan kembali menjadi cerita fiksi dengan karakter dan alur yang berbeda.
3. Taxi Driver (2021)
Sumber: SBS
Taxi Driver mengikuti Kim Do Gi (Lee Je Hoon), mantan anggota pasukan khusus yang bekerja sebagai pengemudi di Rainbow Taxi. Namun, pekerjaannya tidak sekadar mengantar penumpang karena ia menjalankan misi rahasia untuk membantu korban yang merasa tidak mendapatkan keadilan.
Dalam menjalankan misi tersebut, Kim Do Gi dan timnya menghadapi berbagai kasus yang berbeda. Ceritanya kemudian membawa penonton pada persoalan seperti perundungan, eksploitasi pekerja hingga kejahatan seksual digital.
Sejumlah kasus yang diangkat dalam drama ini terinspirasi dari kejadian kriminal yang pernah terjadi di Korea Selatan. Meski demikian, cerita dalam Taxi Driver tetap dikembangkan sebagai fiksi dan tidak menjadi penggambaran persis dari kasus aslinya.
4. Move to Heaven (2021)
Sumber: Netflix
Berbeda dari tiga drama sebelumnya, Move to Heaven mengambil inspirasi dari profesi yang benar-benar ada di dunia nyata. Drama ini bercerita tentang Han Geu Ru (Tang Jun Sang), seorang trauma cleaner yang bertugas membersihkan tempat tinggal orang yang meninggal sekaligus mengumpulkan dan merapikan barang peninggalan mereka.
Setelah sang ayah, Han Jeong Woo (Ji Jin Hee), meninggal dunia, Geu Ru harus tinggal bersama pamannya, Cho Sang Gu (Lee Je Hoon). Sang paman baru keluar dari penjara dan kemudian menjadi wali Geu Ru.
Profesi trauma cleaner sendiri memang ada di dunia nyata dan pernah menjadi perhatian melalui film dokumenter. Drama ini kemudian mengembangkan profesi tersebut menjadi kisah emosional mengenai kematian, keluarga, kehilangan dan hubungan antarmanusia.
5. Fight For My Way (2017)
Sumber: KBS
Tidak semua drama yang terinspirasi kisah nyata harus berkaitan dengan kriminal atau hukum. Fight For My Way justru menghadirkan cerita rom-com tentang dua sahabat yang sama-sama berusaha mengejar impian meski kehidupan mereka tidak berjalan sesuai harapan.
Ko Dong Man (Park Seo Joon) merupakan mantan atlet taekwondo yang berusaha kembali ke dunia pertarungan MMA. Sementara itu, Choi Ae Ra (Kim Ji Won) memiliki impian menjadi announcer meski harus berkali-kali menghadapi kegagalan.
Kisah tersebut disebut terinspirasi dari perjalanan petarung MMA Korea Choo Sung Hoon dan istrinya, Yano Shiho. Penulis Lim Sang Chun kemudian mengambil inspirasi tersebut dan mengembangkannya menjadi kisah fiksi dengan sentuhan komedi serta romansa.
6. Signal (2016)
Sumber: tvN
Signal menjadi salah satu drama Korea kriminal yang terkenal dengan konsep komunikasi lintas waktu. Park Hae Young (Lee Je Hoon), seorang profiler kriminal, menemukan walkie-talkie misterius yang ternyata dapat menghubungkannya dengan detektif Lee Jae Han (Cho Jin Woong) dari masa lalu.
Bersama detektif Cha Soo Hyun (Kim Hye Soo), mereka berusaha menyelesaikan berbagai kasus lama yang belum terpecahkan. Meskipun konsep perjalanan waktu dalam drama sepenuhnya fiksi, sejumlah kasus kriminal yang diangkat mengambil inspirasi dari kejadian nyata.
Salah satu yang paling dikenal adalah kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang terjadi pada 1986 hingga 1991. Beberapa kasus lainnya dalam Signal juga memiliki kemiripan dengan perkara kriminal yang pernah menjadi perhatian publik Korea Selatan.
Bukan Sekadar Fiksi
Enam drama tersebut menunjukkan bahwa kisah nyata dapat menjadi sumber inspirasi bagi berbagai genre cerita Korea. Ada yang mengambil kasus kriminal sebagai dasar cerita, mengangkat profesi nyata hingga menjadikan perjalanan tokoh sebagai inspirasi untuk membangun karakter fiksi.
Namun, penting untuk membedakan antara drama yang terinspirasi dari kisah nyata dan drama yang benar-benar merupakan dokumentasi peristiwa. Unsur fiksi tetap digunakan untuk membangun karakter, konflik dan alur sehingga cerita yang ditampilkan tidak selalu menggambarkan kejadian sebenarnya secara utuh.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!