Fantastis! Dalam 20 Bulan Menjabat, Prabowo Sudah Melakukan 54 Kunjungan Luar Negeri, Ini Daftar Lengkap Negara Tujuannya
Aktivitas diplomasi Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah tercatat melakukan 54 kunjungan luar negeri dalam sekitar 20 bulan masa kepemimpinannya.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tercatat menjalankan aktivitas diplomasi internasional yang sangat intens sejak awal masa pemerintahannya. Dalam kurun sekitar 20 bulan menjabat sebagai kepala negara, Prabowo telah melakukan 54 kunjungan ke luar negeri yang mencakup kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, hingga Oseania.
Serangkaian lawatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Selain itu, kunjungan-kunjungan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang investasi baru, memperluas akses pasar ekspor, serta mempererat hubungan bilateral dengan berbagai negara mitra.
Tidak hanya menghadiri forum internasional, Presiden Prabowo juga memanfaatkan setiap agenda luar negeri untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin dunia. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari perdagangan, investasi, energi, pertahanan, ketahanan pangan, hingga kerja sama ekonomi yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi Indonesia.
Sejak awal kepemimpinannya, Prabowo menegaskan bahwa diplomasi aktif menjadi salah satu instrumen penting dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah. Melalui pendekatan tersebut, Indonesia berupaya memperluas jaringan kemitraan strategis dengan berbagai negara dan kawasan dunia.
Daftar Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Tahun 2024
1. China (8-10 November 2024)
Melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di Beijing guna memperkuat kemitraan strategis Indonesia-China.
2. Amerika Serikat (10-15 November 2024)
Bertemu Presiden Joe Biden di Washington DC untuk membahas kerja sama bilateral.
3. Peru (14-16 November 2024)
Menghadiri KTT APEC di Lima.
4. Brasil (18-19 November 2024)
Mengikuti KTT G20 di Rio de Janeiro.
5. Inggris (21-23 November 2024)
Melaksanakan kunjungan kenegaraan dan bertemu Perdana Menteri Keir Starmer di London.
6. Uni Emirat Arab (23 November 2024)
Mengadakan pertemuan dengan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi.
7. Mesir (17-18 Desember 2024)
Menghadiri KTT D-8 di Kairo sekaligus menerima estafet kepemimpinan D-8 periode 2026-2027.
Daftar Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Tahun 2025
-
Malaysia (9 Januari 2025) - Melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim guna membahas penguatan kerja sama dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.
-
India (23-26 Januari 2025) - Menjalani kunjungan kenegaraan dengan agenda bertemu Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Droupadi Murmu, sekaligus menghadiri perayaan Hari Republik India sebagai tamu kehormatan.
-
Malaysia (27 Januari 2025) - Mengadakan pertemuan dengan Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim serta menerima penghargaan kehormatan D.K I Johor.
-
Malaysia (6 April 2025) - Menghadiri agenda halal bihalal Idul Fitri bersama Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
-
Uni Emirat Arab (9 April 2025) - Melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi.
-
Turki (9-11 April 2025) - Bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato di Parlemen Turki, serta menghadiri Antalya Diplomacy Forum.
-
Mesir (11-12 April 2025) - Menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi yang turut membahas perkembangan situasi di Gaza.
-
Qatar (12-13 April 2025) - Mengadakan pembicaraan bilateral dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.
-
Yordania (13-14 April 2025) - Bertemu Raja Abdullah II dan menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama strategis.
-
Brunei Darussalam (14 Mei 2025) - Menerima Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam yang dianugerahkan oleh Sultan Hassanal Bolkiah.
-
Thailand (17-19 Mei 2025) - Melakukan audiensi dengan Raja Maha Vajiralongkorn serta mengadakan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra.
-
Malaysia (25-27 Mei 2025) - Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 yang berlangsung di Kuala Lumpur.
-
Singapura (15-16 Juni 2025) - Mengikuti Leaders' Retreat dan bertemu Presiden Tharman Shanmugaratnam serta Perdana Menteri Lawrence Wong.
-
Republik Ceko (17-18 Juni 2025) - Menjalani pertemuan informal dengan Perdana Menteri Petr Fiala di Praha.
-
Rusia (18-20 Juni 2025) - Bertemu Presiden Vladimir Putin dan menghadiri Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF).
-
Arab Saudi (1-3 Juli 2025) - Mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman sekaligus melaksanakan ibadah umrah.
-
Inggris (Juli 2025) - Menggelar pertemuan informal bersama kalangan pelaku usaha dan investor di London.
-
Brasil (6-9 Juli 2025) - Menghadiri KTT BRICS serta menjalankan kunjungan kenegaraan bersama Presiden Luiz Inácio Lula da Silva.
-
Belgia (12-13 Juli 2025) - Menyepakati kerja sama IEU-CEPA dan bertemu para pemimpin Uni Eropa serta Raja Belgia.
-
Prancis (13-15 Juli 2025) - Menghadiri perayaan Bastille Day atas undangan Presiden Emmanuel Macron.
-
Belarus (15 Juli 2025) - Mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Aleksandr Lukashenko.
-
Singapura (9 Agustus 2025) - Menghadiri Parade Hari Nasional Singapura sebagai bagian dari agenda diplomatik.
-
China (2 September 2025) - Mengikuti peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II serta menghadiri parade militer yang digelar pemerintah China.
-
Qatar (12 September 2025) - Melaksanakan pertemuan dengan Emir Qatar di tengah dinamika dan ketegangan kawasan Timur Tengah.
-
Uni Emirat Arab (12 September 2025) - Menggelar pembicaraan bilateral dengan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
-
Jepang (20 September 2025) - Meninjau Paviliun Indonesia dalam ajang Expo 2025 yang berlangsung di Osaka.
-
Amerika Serikat (23-24 September 2025) - Menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala negara.
-
Kanada (24 September 2025) - Bertemu Perdana Menteri Mark Carney serta menandatangani tiga kesepakatan kerja sama strategis.
-
Belanda (25-26 September 2025) - Melakukan pertemuan dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima.
-
Mesir (13 Oktober 2025) - Menghadiri KTT Perdamaian di Sharm El-Sheikh yang membahas konflik Gaza.
-
Malaysia (26 Oktober 2025) - Mengikuti KTT ASEAN ke-47 sekaligus menyaksikan penandatanganan deklarasi penerimaan Timor Leste sebagai anggota ASEAN.
-
Korea Selatan (31 Oktober 2025) - Menghadiri KTT APEC dan mengadakan pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung.
-
Australia (11-13 November 2025) - Menjalani pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Anthony Albanese.
-
Pakistan (8-9 Desember 2025) - Mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif serta Presiden Asif Ali Zardari.
-
Rusia (10 Desember 2025) - Melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Kremlin.
Daftar Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Tahun 2026
-
Inggris (18-21 Januari 2026) - Menjalankan kunjungan kerja sekaligus mengadakan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan strategis di Inggris.
-
Swiss (21-22 Januari 2026) - Melaksanakan sejumlah agenda yang berfokus pada diplomasi internasional serta kerja sama ekonomi.
-
Prancis (23 Januari 2026) - Menggelar pertemuan dan membahas berbagai peluang kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis.
-
Amerika Serikat (17-21 Februari 2026) - Melakukan kunjungan kerja yang diisi dengan sejumlah pertemuan strategis bersama pihak terkait.
-
Inggris (23-24 Februari 2026) - Melanjutkan agenda diplomatik dalam rangka memperkuat hubungan dan komunikasi antarnegara.
-
Yordania (24-25 Februari 2026) - Menjalankan agenda yang bertujuan mempererat dan meningkatkan kerja sama bilateral.
-
Uni Emirat Arab (25 Februari 2026) - Mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Uni Emirat Arab untuk membahas berbagai isu strategis.
-
Jepang (29-31 Maret 2026) - Menjalani agenda yang berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi serta peningkatan investasi.
-
Korea Selatan (31 Maret-1 April 2026) - Melakukan pertemuan bilateral dan membahas peluang kerja sama di sektor industri.
-
Rusia (13-14 April 2026) - Menjalankan agenda diplomasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Rusia.
-
Prancis (14-15 April 2026) - Mengikuti pertemuan bilateral tingkat tinggi untuk membahas berbagai isu kerja sama kedua negara.
-
Prancis (26-29 Mei 2026) - Melaksanakan kunjungan kerja yang mencakup sejumlah agenda internasional dan diplomatik.
Fokus pada Investasi dan Perdagangan
Salah satu tujuan utama dari rangkaian lawatan internasional tersebut adalah memperkuat kerja sama ekonomi. Dalam berbagai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo aktif menawarkan peluang investasi di Indonesia, terutama pada sektor hilirisasi industri, energi terbarukan, ketahanan pangan, infrastruktur, dan pengembangan teknologi.
Pemerintah menilai diplomasi ekonomi menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Melalui kunjungan langsung ke berbagai negara, proses negosiasi kerja sama perdagangan dan investasi juga dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Sejumlah capaian yang kerap disorot dari berbagai lawatan tersebut meliputi kemajuan perundingan perjanjian perdagangan, peningkatan akses pasar bagi produk Indonesia, serta masuknya komitmen investasi bernilai besar ke dalam negeri.
Memperkuat Peran Indonesia di Kancah Global
Selain aspek ekonomi, kunjungan luar negeri juga menjadi sarana untuk memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai isu internasional. Presiden Prabowo aktif menghadiri forum global yang membahas keamanan kawasan, perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, serta reformasi tata kelola dunia.
Melalui berbagai forum tersebut, Indonesia berupaya menegaskan perannya sebagai negara berkembang yang memiliki pengaruh penting di kawasan Asia Tenggara maupun dunia. Diplomasi yang dijalankan juga bertujuan menjaga hubungan baik dengan berbagai kekuatan global di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik internasional.
Dengan total 54 kunjungan luar negeri dalam sekitar 20 bulan masa pemerintahan, Prabowo menjadi salah satu presiden Indonesia yang paling aktif melakukan diplomasi internasional pada fase awal kepemimpinannya.
Pemerintah berharap berbagai lawatan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, perluasan pasar ekspor, hingga semakin kuatnya posisi Indonesia di panggung global.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!