Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Bakal Turun Harga, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Beberkan Syarat dan Formulasinya
Kaji Pergerakan Minyak Dunia: Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Pertalite dan Solar Tidak Naik Hingga Akhir 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID -Kabar segar menghampiri para pengguna kendaraan bermotor, khususnya konsumen bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pemerintah memberi sinyal adanya peluang penurunan harga BBM nonsubsidi milik PT Pertamina (Persero), seperti Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95), seiring dengan tren melemahnya harga minyak mentah di pasar global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi sangat mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, pihak Kementerian ESDM sedang mengkalkulasi dampak perubahan harga minyak mentah dunia serta bersiap menggelar koordinasi bersama Pertamina dan badan usaha penyedia BBM swasta lainnya.
Pemerintah Hitung Formulasi Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Ditemui pada Senin (21/7/2026), Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyesuaian tarif BBM nonsubsidi akan selalu merujuk pada pergerakan harga minyak mentah internasional.
"Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," ujar Bahlil dikutip dari Antara.
Meski demikian, Bahlil menekankan bahwa pemerintah tetap berhati-hati dalam merumuskan kebijakan. Fluktuasi pada Indonesian Crude Price (ICP) maupun minyak dunia menuntut adanya formulasi yang seimbang agar tidak merugikan masyarakat maupun mengganggu keberlangsungan industri migas nasional.
Ia menambahkan, segmen pengguna BBM nonsubsidi mencakup sekitar 20 persen dari total konsumen, yang didominasi kelompok masyarakat mampu. Oleh karena itu, skema harga yang adil (fair) terus digodok demi kepentingan bersama.
Jaminan Harga BBM Subsidi Tetap Aman Hingga Akhir 2026
Di tengah rencana penyesuaian harga jenis Pertamax cs, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan BioSolar hingga akhir tahun 2026.
Kebijakan ini diambil guna memastikan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah tetap terjaga serta menjaga stabilitas ekonomi nasional dari gejolak inflasi.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 21 Juli 2026
Sambil menunggu keputusan resmi terkait skema penurunan harga BBM nonsubsidi, berikut adalah rincian daftar harga BBM Pertamina di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya per 21 Juli 2026:
1. Jenis BBM Subsidi & Penugasan
-
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
-
BioSolar / Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
2. Jenis BBM Nonsubsidi
-
Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
-
Pertamax Green (RON 95): Rp17.000 per liter
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.300 per liter
-
Dexlite (CN 51): Rp19.700 per liter
-
Pertamina Dex (CN 53): Rp21.150 per liter
Rencana penurunan harga Pertamax dan jajaran BBM nonsubsidi lainnya menjadi angin segar bagi para pemilik kendaraan pribadi. Keputusan pemerintah untuk mengevaluasi harga BBM berdasarkan pergerakan minyak dunia, sekaligus mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026, diharapkan dapat memberikan kepastian serta keseimbangan ekonomi bagi masyarakat luas dan pelaku industri energi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!