Sering Dikira Sama, Ternyata Beda Banget! Ini Perbedaan Magma, Lava, dan Lahar yang Wajib Kamu Tahu
JAKARTA, GENVOICE.ID - Saat fenomena erupsi gunung berapi diberitakan di media, istilah magma, lava, dan lahar sangat sering diucapkan secara bergantian. Banyak orang mengira ketiganya adalah barang yang sama hanya karena sama-sama berbahaya dan berasal dari gunung meletus.
Padahal, meski ketiganya berasal dari rantai proses vulkanik yang sama, wujud, lokasi, dan karakteristiknya ternyata berbeda jauh. Agar kamu tidak keliru lagi, simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan ketiganya di bawah ini!
Perbedaan Magma, Lava, dan Lahar
-
Magma: Cairan Pijar yang Berada di Dalam Perut Bumi
Magma adalah induk dari segala material vulkanik. Magma merupakan lelehan batuan cair bersuhu ekstrem antara $700^\circ\text{C}$ hingga $1.300^\circ\text{C}$ yang mengendap jauh di dalam kerak bumi (dapur magma). Selama batuan cair ini masih terperangkap di bawah tanah dan belum menyentuh permukaan, ia akan selalu dinamai sebagai magma.
-
Lava: Lelehan Magma yang Berhasil Keluar ke Permukaan
Begitu tekanan gas mendobrak kawah dan membuat magma menyembur keluar menyentuh udara luar, namanya seketika berubah menjadi lava. Lava yang mengalir di lereng gunung biasanya berwarna merah keemasan dan sangat panas. Seiring berjalannya waktu dan penurunan suhu, aliran lava ini akan mengeras dan berubah menjadi batuan padat.
-
Lahar: Aliran Bahaya yang Sudah Bercampur dengan Air
Berbeda dari magma dan lava yang murni lelehan batuan panas, lahar adalah hasil percampuran antara material letusan (abu, pasir, dan batu) dengan air. Lahar terbagi menjadi dua jenis, yaitu Lahar Panas yang terjadi saat erupsi mengenai danau kawah, serta Lahar Dingin (lahar hujan) yang timbul ketika tumpukan abu vulkanik di puncak tersapu oleh hujan deras hingga membentuk banjir lumpur pekat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!