23 Bulan Menjabat, Presiden Prabowo Catat 54 Kunjungan Luar Negeri ke 28 Negara: Dari Amerika sampai Rusia

Maraton Diplomasi Prabowo: Tembus 28 Negara, Bawa Investasi Rp 575 T hingga Perkampungan Haji

23 Bulan Menjabat, Presiden Prabowo Catat 54 Kunjungan Luar Negeri ke 28 Negara: Dari Amerika sampai Rusia
Putin dan Prabowo Subianto. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Memasuki bulan ke-23 masa kepemimpinannya hingga September 2026, Presiden Prabowo Subianto tercatat menunjukkan keaktifan luar biasa di panggung politik internasional. Kepala Negara telah melakoni sebanyak 54 kali perjalanan dinas luar negeri yang mencakup 28 negara lintas benua.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemenuhan berbagai undangan kenegaraan ini sangat krusial untuk menjaga reputasi diplomasi Indonesia, sekaligus memperluas jaringan kerja sama strategis yang berdampak langsung pada kepentingan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Hasil dan Dampak Nyata Agenda Diplomasi Luar Negeri

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa keaktifan Presiden Prabowo di kancah internasional dalam 1,5 tahun terakhir tidak sekadar agenda seremonial, melainkan membawa hasil konkret bagi perekonomian dan ketahanan nasional:

  • Integritas BRICS & Stabilitas Nasional: Keputusan Indonesia bergabung dengan blog ekonomi BRICS sukses menjaga stabilitas pasokan BBM, mengamankan BBM bersubsidi, dan memperkuat stok pangan nasional di tengah gelombang krisis global.

  • Terobosan Historis IEU-CEPA: Setelah bertahun-tahun mandek, perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berhasil dirampungkan dengan kesepakatan tarif 0 persen ke 25 negara Uni Eropa.

  • Lonjakan Investasi Asing: Perjalanan diplomasi intensif berkontribusi langsung pada realisasi investasi senilai Rp2.430 triliun, termasuk komitmen segar sebesar Rp575 triliun yang didapatkan usai kunjungan dari Jepang dan Korea Selatan.

  • Modernisasi Pertahanan & Fasilitas Haji: Penguatan alutsista TNI melalui kemitraan strategis dengan negara-negara maju seperti Prancis, AS, Rusia, dan China, serta terobosan diplomasi berupa kepemilikan lahan khusus perkampungan haji Indonesia di Arab Saudi.

Rincian Kunjungan Kenegaraan Berdasarkan Negara Tujuan

Berikut adalah daftar distribusi 54 kali perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang terbagi ke dalam 28 negara mitra:

  • Malaysia: 5 kali kunjungan (termasuk agenda jamuan pribadi, penganugerahan gelar kehormatan Johor, KTT ASEAN, hingga halalbihalal).

  • Rusia: 4 kali kunjungan (menghadiri SPIEF, KTT Kremlin, hingga Eastern Economic Forum di Vladivostok).

  • Prancis: 4 kali kunjungan (menghadiri Parade Hari Bastille, perundingan alutsista, serta pertemuan bilateral langsung dengan Presiden Emmanuel Macron).

  • Uni Emirat Arab: 4 kali kunjungan (fokus pada penguatan investasi bilateral dan Isu Perdamaian Timur Tengah bersama Presiden MBZ).

  • Amerika Serikat: 3 kali kunjungan (termasuk agenda di White House, pidato KTT PBB di New York, dan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade).

  • Inggris: 3 kali kunjungan (pertemuan kenegaraan dengan Raja Charles III serta kerja sama teknologi semikonduktor dengan Danantara).

  • Mesir: 3 kali kunjungan (menghadiri KTT D-8 hingga KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh).

  • China: 2 kali kunjungan (pertemuan dengan Xi Jinping dan peringatan 80 tahun perang perlawanan rakyat China).

  • Brasil: 2 kali kunjungan (menghadiri KTT G20 dan KTT BRICS di Rio de Janeiro).

  • Qatar: 2 kali kunjungan (penguatan hubungan ekonomi serta dukungan diplomatik kawasan).

  • Yordania: 2 kali kunjungan (pembahasan krisis kemanusiaan Gaza bersama Raja Abdullah II).

  • Singapura: 2 kali kunjungan (pertemuan bilateral dan menghadiri Parade Hari Nasional Singapura).

  • Jepang: 2 kali kunjungan (peninjauan Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka hingga pertemuan dengan Kaisar Naruhito).

  • Korea Selatan: 2 kali kunjungan (menghadiri KTT APEC serta penarikan komitmen investasi industri).

  • Negara Lainnya (Masing-Masing 1 Kali Kunjungan): Australia, Belanda (pengembalian cagar budaya bersejarah), Belarus, Belgia, Brunei Darussalam (penerimaan Bintang Kebesaran D.K.L.U), Ceko, Filipina (KTT ASEAN Cebu), India, Pakistan (peringatan 75 tahun hubungan diplomatik), Peru (KTT APEC), Arab Saudi (ibadah umrah dan negosiasi haji), Swiss (World Economic Forum Davos), Thailand, dan Turki.

Rekapitulasi Rangkaian Kronologi Perjalanan (2024-2026)

Sejak dilantik pada akhir 2024 hingga kuartal ketiga 2026, pola perjalanan Presiden memperlihatkan fokus diplomasi yang seimbang antara kawasan regional ASEAN, kawasan Timur Tengah, hingga negara-negara kekuatan besar (great powers):

  • Periode Akhir 2024: Diawali dengan maraton diplomasi ke China, AS, Peru (APEC), Brasil (G20), Inggris, UEA, dan Mesir.

  • Periode Tahun 2025: Didominasi oleh diplomasi tingkat tinggi ASEAN (Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura), kunjungan kerja Eropa (Ceko, Rusia, Belgia, Prancis, Belarus, Belanda), perundingan Timur Tengah (Turki, Qatar, Yordania, Arab Saudi), KTT APEC Korea Selatan, hingga kunjungan bilateral ke Pakistan dan Rusia di penghujung tahun.

  • Periode Tahun 2026: Berfokus pada forum ekonomi dunia di Davos, perundingan dagang ART di AS, penggalangan investasi semikonduktor di Inggris, penguatan kerja sama industri di Jepang dan Korea Selatan, KTT ASEAN Filipina, hingga Eastern Economic Forum di Rusia.

Tingginya intensitas perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto mencerminkan doktrin politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif namun berorientasi pada hasil nyata (result-oriented diplomacy).

Melalui kombinasi antara diplomasi ekonomi, pertahanan, dan perdamaian kawasan, pemerintah optimistis seluruh komitmen serta kesepakatan internasional tersebut mampu menopang ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE