Keren, UI jadi Satu-Satunya Tim Sarjana di SEG EVOLVE Energy Exploration 2026
Prestasi Mahasiswa
JAKARTA, GENVOICE - Lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI) yang tergabung dalam "Team Kenanga" menjadi satu‑satunya tim beranggotakan mahasiswa sarjana dalam program bergengsi SEG EVOLVE Energy Exploration 2026. Program pengembangan karier internasional yang diselenggarakan Society of Exploration Geophysicists (SEG) ini berlangsung selama enam bulan dan ditutup dengan presentasi hasil proyek pada International Meeting for Applied Geoscience and Energy (IMAGE) 2026 di Houston, Texas, Amerika Serikat.
Keunikan Team Kenanga semakin menonjol karena mayoritas tim lain berasal dari mahasiswa pascasarjana bidang geosains, teknik, atau disiplin terkait. UI tampil berbeda dengan menghadirkan tim yang seluruh anggotanya mahasiswa sarjana, sekaligus menjadi wakil tunggal Indonesia dan Asia Tenggara yang berhasil menuntaskan program hingga tahap presentasi internasional.
Team Kenanga terdiri atas Ellysa Dinda Nathasya dan Michael Partogi dari Program Studi Geofisika angkatan 2022, serta Hishnu Ghaitsul Hudna, Luthfan Zaidan Akbar, dan Muhammad Fairuz Ulya dari Program Studi Geologi angkatan 2022. Tim ini didampingi oleh Anne M. M. Sirait, Ph.D., sebagai faculty advisor.
Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., mengapresiasi capaian ini. "Kami bangga mahasiswa FMIPA UI mampu membawa keilmuan geosains ke dalam persoalan nyata di tingkat global. Sebagai calon saintis, mereka tidak hanya dituntut menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, bekerja lintas disiplin, dan berkontribusi dalam menjawab tantangan energi masa depan," ujarnya.
Program SEG EVOLVE memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan proyek berbasis data nyata dan berkolaborasi dengan profesional industri dari berbagai negara. Pada bidang Energy Exploration, Team Kenanga mengerjakan evaluasi prospek hidrokarbon menggunakan dataset Eugene Island di Teluk Meksiko. Proyek ini menuntut integrasi kajian geologi regional, analisis petrofisika, analisis data gempa bawah laut, dan evaluasi ekonomi untuk mencari prospek hidrokarbon.
Selama mengikuti program, Team Kenanga berkolaborasi dengan mentor internasional dan harus menyesuaikan jadwal pertemuan dengan waktu Houston. "Proses ini mengajarkan mereka untuk mengintegrasikan berbagai keahlian dan bekerja sebagai satu tim," jelas Anne.
Dukungan bagi tim juga datang dari perusahaan SLB Indonesia melalui lisensi perangkat lunak dan mentoring oleh Ng Bei Berger dan Nine Safira, serta perangkat lunak dari Paleoscan dan RoseRA melalui SEG EVOLVE.
Bagi anggota Team Kenanga, pengalaman ini memperkuat kemampuan teknis sekaligus mengembangkan keterampilan lintas disiplin. "Awalnya kami lebih banyak bekerja berdasarkan bidang masing‑masing. Di program ini kami belajar menyinergikan keahlian tersebut menjadi satu alur kerja dan menyampaikan hasilnya sesuai standar industri," ujar Ellysa Dinda Nathasya.
Capaian Team Kenanga turut mendapat sambutan positif dari Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo. Ia menilai pengalaman mengikuti program seperti SEG EVOLVE penting untuk mempersiapkan SDM energi Indonesia.
"Keikutsertaan di SEG EVOLVE sangat penting untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi perubahan industri energi. Dunia membutuhkan generasi muda yang menguasai ilmu kebumian, teknologi digital, mampu bekerja lintas disiplin, serta memahami arah transisi energi yang berkelanjutan," ujarnya.
Melalui forum IMAGE 2026 yang diselenggarakan SEG bersama American Association of Petroleum Geologists(AAPG) dan Society for Sedimentary Geology (SEPM), Team Kenanga mempresentasikan hasil analisis prospek hidrokarbon kepada komunitas geosains dan energi internasional.
"Harapannya, pengalaman ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa FMIPA UI untuk mengikuti program dan forum geosains berskala internasional," pungkas Ellysa.
Keikutsertaan Team Kenanga dalam program eksplorasi energi internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa UI untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam persoalan nyata eksplorasi energi, sekaligus mengembangkan kemampuan bekerja lintas disiplin dalam lingkungan profesional internasional.
Keberhasilan ini turut menegaskan komitmen UI yang aktif mendorong mahasiswa berkompetisi di kancah global. Dengan menghubungkan pendidikan, riset, dan jejaring internasional, UI memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri energi, dan bangsa di era transisi energi berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!