Stok Beras Tembus 136 Ribu Ton, Pemprov Jakarta Pastikan Pangan Aman Meski Konflik Iran vs AS-Israel Memanas

Stok Beras Tembus 136 Ribu Ton, Pemprov Jakarta Pastikan Pangan Aman Meski Konflik Iran vs AS-Israel Memanas
- (Dok. BeritaNasional).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Jaminan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dikhawatirkan berdampak pada rantai pasok global.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan bahwa seluruh komoditas pangan strategis berada dalam status mencukupi. Berdasarkan proyeksi kebutuhan dan ketersediaan yang telah dihitung pemerintah daerah, cadangan yang ada dinilai mampu memenuhi lonjakan konsumsi selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Menurutnya, Pemprov DKI telah melakukan pemetaan kebutuhan secara detail untuk mengantisipasi peningkatan permintaan musiman. Selain memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan, pengawasan harga juga akan diperketat guna mencegah lonjakan yang tidak wajar.

Secara tren, konsumsi masyarakat memang meningkat selama bulan puasa. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan permintaan antara lain telur ayam dengan kenaikan sekitar 7,5 persen, daging sapi dan kerbau, serta bawang putih sekitar 3,5 persen.

Dari sisi stok, pemerintah daerah mencatat cadangan beras melampaui angka kebutuhan. Untuk periode awal Ramadan, stok beras berada di atas 100 ribu ton, sementara kebutuhan sekitar 68 ribu ton. Memasuki Maret atau mendekati Idulfitri, stok bahkan tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh di atas estimasi kebutuhan sekitar 78 ribu ton.

Ketersediaan protein hewani seperti daging ayam dan sapi juga disebut memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang stoknya mencapai puluhan ribu ton. Komoditas hortikultura pun diklaim memiliki buffer stock yang memadai.

Meski stok aman, tekanan harga mulai terlihat. Data sementara menunjukkan harga telur ayam naik lebih dari 17 persen menjelang Lebaran. Daging ayam dan bawang merah juga mengalami kenaikan di atas 10 persen. Pemerintah daerah menilai kenaikan ini masih dalam pola musiman, namun tetap perlu diawasi.

Untuk meredam potensi gejolak, Pemprov DKI memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi harian tetap lancar di pasar tradisional maupun ritel modern.

Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang dinilai tidak wajar, intervensi akan segera dilakukan melalui operasi pasar, penyelenggaraan bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD.

Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga agar warga Jakarta dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri dengan tenang, meski situasi global tengah diliputi ketidakpastian.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE