Korban Banjir Nepal-Tibet Tembus 1.130 Tewas, 4.462 Orang Masih Hilang
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jumlah korban akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah Nepal dan Tibet terus bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026), sedikitnya 1.130 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 4.462 lainnya masih belum ditemukan.
Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal melaporkan sebanyak 1.114 jenazah telah ditemukan di wilayah Nepal hingga Rabu pagi waktu setempat. Selain itu, 3.916 orang masih dilaporkan hilang dan 292 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Di Tibet, jumlah korban meninggal juga bertambah. Media pemerintah China melaporkan sedikitnya 16 orang tewas akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut. Sebanyak 546 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 261 warga negara asing.
Jika digabungkan, jumlah korban tewas di Nepal dan Tibet kini mencapai sedikitnya 1.130 orang. Sementara itu, total orang yang masih hilang di kedua wilayah mencapai 4.462 orang.
Banjir bandang tersebut menerjang sejumlah wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada 26 Agustus lalu. Besarnya dampak bencana membuat proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan hingga sepekan setelah kejadian.
Otoritas Nepal menyebut sekitar 12.000 orang telah berhasil diselamatkan dari wilayah yang terdampak. Lebih dari 21.000 personel keamanan, termasuk anggota militer dan kepolisian, dikerahkan untuk membantu operasi pencarian serta penyelamatan korban.
Upaya penanganan bencana masih menghadapi sejumlah kendala. Hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah dan ancaman banjir susulan membuat proses pencarian korban menjadi lebih sulit.
Menurut data terbaru otoritas Nepal, sekitar 1,6 juta orang di negara tersebut terdampak akibat banjir bandang. Operasi pencarian dan penyelamatan diperkirakan masih akan berlangsung seiring upaya menemukan ribuan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!