Trump Siaga Nuklir! Kerahkan Kapal Selam Gegara Ancaman Rusia soal Ukraina

Donald Trump dan Medvedev terlibat perang kata di media sosial, kini memanas hingga ke ancaman nuklir dan pengerahan kapal selam oleh AS.

Trump Siaga Nuklir! Kerahkan Kapal Selam Gegara Ancaman Rusia soal Ukraina
Presiden AS Donald Trump berbicara usai menandatangani Undang-Undang Reformasi Program Pinjaman Rumah VA di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, 30 Juli 2025. - (Dok. reuters.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali bikin heboh dunia maya sekaligus dunia nyata. Nggak cuma ribut di medsos, kali ini Trump beneran mengambil langkah serius dengan mengerahkan dua kapal selam nuklir pada Jumat (1/8) waktu setempat.

Penyebabnya? Adu sindiran panas bareng Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia yang sekarang jadi Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia.

Awalnya cuma perang kata-kata soal Ukraina dan tarif dagang. Tapi makin ke sini, tensinya makin serius! Medvedev sempat mengancam menggunakan kekuatan nuklir era Soviet untuk menanggapi Trump. Nggak mau kalah, Trump langsung ambil sikap.

"Kata-kata sangat penting, dan seringkali dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, saya harap ini tidak akan menjadi salah satunya," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip Sabtu (2/8/2025).

Trump tidak memberitahu pasti apakah kapal selam itu bertenaga atau bersenjata nuklir, dan lokasi pastinya pun dirahasiakan.

Sebelumnya, Trump sudah memberikan tenggat ke Rusia untuk segera ambil langkah damai soal Ukraina. Kalau enggak, siap-siap terkena sanksi dagang baru. Tapi bukannya adem, Medvedev malah makin frontal.

"Trump harus ingat betapa berbahayanya sistem 'Tangan Mati' kami," kata Medvedev, merujuk ke sistem peluncuran nuklir otomatis Rusia.

Medvedev juga ngeledek Trump dengan mengatakan, kalau kata-kata dia bisa bikin Presiden AS panik, berarti Rusia ada di jalur yang tepat.

Trump pun langsung menyerang balik lewat postingan bernada tinggi: "Beri tahu Medvedev, mantan Presiden Rusia yang gagal, yang merasa dirinya masih Presiden, untuk berhati-hati dengan ucapannya. Dia memasuki wilayah yang sangat berbahaya!"

Drama dua tokoh ini jadi gambaran betapa panasnya hubungan AS-Rusia. Dan kalau tidak cepat-cepat diperbaiki, bisa-bisa dunia ikut-ikutan kebakar.

Ketegangan antara Donald Trump dan Dmitry Medvedev kini tidak lagi sekadar perang kata di media sosial, tapi mulai merambah ke ancaman nyata di level militer. Perintah pengerahan kapal selam nuklir oleh Trump jelas menunjukkan bahwa konflik Ukraina bisa memicu ketegangan global yang lebih serius.

Dunia pun kini menanti, apakah ini hanya gertakan semata atau benar-benar awal dari krisis internasional yang lebih besar. Pantau terus perkembangan hubungan Rusia dan Amerika Serikat hanya di sini, karena isu ancaman nuklir Rusia vs Amerika bisa jadi titik balik geopolitik dunia ke depan.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE