Kisah Sukses Elizabeth Stein dan Purely Elizabeth, Dari Dapur Apartemen ke Pasar Nasional
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebagai seorang nutrisionis, Elizabeth sulit menemukan camilan sehat yang bisa direkomendasikan kepada kliennya, kebanyakan produk di pasaran mengandung terlalu banyak gula dan bahan tambahan yang tidak sehat. Dari kegelisahan itulah, lahir ide untuk menciptakan camilan sehatnya sendiri.
Dilansir dari CNBC International, pada tahun 2008, Stein memulai usahanya sebagai pekerjaan sampingan dengan menjual campuran muffin sehat di sebuah acara triathlon. Ia tidak menyangka bahwa usaha kecilnya akan berkembang pesat hingga mengubah hidupnya. Kini, Stein adalah CEO Purely Elizabeth, perusahaan makanan alami berbasis di Boulder, Colorado, yang mencatat penjualan sebesar 147 juta dolar AS pada tahun lalu.
Stein memulai kariernya di bidang pemasaran, namun kecintaannya pada gaya hidup sehat membawanya mendalami dunia nutrisi. Ia belajar di Institute of Integrative Nutrition pada tahun 2007 dan setahun kemudian membuka praktik sebagai konsultan gizi sambil mengajar kelas memasak.
Untuk mempromosikan bisnisnya, Stein sering hadir di acara lari maraton dan triathlon, di mana ia membawa muffin buatannya yang menggunakan bahan-bahan seperti chia seed, gula kelapa, dan quinoa. Respons dari peserta sangat positif, banyak yang bertanya di mana mereka bisa membeli muffin tersebut. Melihat peluang ini, Stein segera membangun situs web dan mulai menjual campuran muffin secara online.
Popularitas produknya melonjak setelah ia tampil di buletin DailyCandy, yang membuatnya mendapatkan pesanan senilai 10.000 dolar AS hanya dalam waktu tiga jam. Momentum ini mendorongnya untuk fokus penuh pada Purely Elizabeth.
Dengan modal awal 5.000 dolar AS, Stein memproduksi sendiri campuran muffin dan pancake di dapurnya di New York. Saat permintaan meningkat, ia mulai bekerja sama dengan dapur komersial di Philadelphia. Secara perlahan, produk Purely Elizabeth mulai masuk ke toko-toko di New York dan Philadelphia.
Salah satu terobosan terbesar datang dari ibunya, yang dengan gigih menghubungi pembeli di Whole Foods. Berkat upaya sang ibu, Purely Elizabeth berhasil masuk ke sekitar 40 gerai Whole Foods di kawasan Mid-Atlantic.
Pada tahun 2011, Stein secara tak sengaja menemukan produk andalannya saat bereksperimen dengan bahan-bahan baru. Ibunya mencicipi granola buatannya dan langsung jatuh cinta.
"Ini adalah granola terbaik yang pernah saya makan. Ini harus menjadi produk berikutnya," ujar ibunya.
Sejak saat itu, granola menjadi produk utama Purely Elizabeth, menggantikan campuran muffin.
Pada tahun 2013, pendapatan Purely Elizabeth melonjak menjadi 2 juta dolar dari hanya 200.000 dolar pada tahun 2011. Kemudian, sebuah email dari Whole Foods Global mengubah segalanya. Mereka mengumumkan bahwa Purely Elizabeth akan didistribusikan secara nasional. Stein yang sedang berada di kereta bawah tanah saat menerima email itu langsung menangis terharu karena tahu bisnisnya akan mengalami lompatan besar.
Pada tahun 2014, Stein memindahkan bisnisnya ke Boulder, Colorado, demi mendekati pabrik manufakturnya serta mencari keseimbangan hidup yang lebih baik.
Meski mengalami pertumbuhan yang luar biasa, Stein menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam memastikan pasokan bahan baku berkualitas tinggi.
"Beberapa bahan memiliki stok terbatas, sehingga kami harus berhati-hati dalam pengadaannya," ungkapnya.
Selain itu, persaingan di industri makanan sehat sangat ketat. Menurut Sucharita Kodali, analis di Forrester, "Pasar makanan kemasan sangat kompetitif dan sangat mudah tersingkir dari rak toko. Tidak ada paten untuk makanan 'sehat' atau 'organik'."
Namun, Stein tetap optimis dan berkomitmen untuk mempertahankan visinya. \
"Ini adalah bayi saya," katanya.
"Saya ingin tetap menjadi CEO Purely Elizabeth, membangun merek ini sebagai gaya hidup, dan melihat sejauh mana kami bisa berkembang."
Kini, dengan produk yang tersedia di 30.000 toko di seluruh Amerika Serikat, termasuk Kroger, Whole Foods, Albertsons, dan Walmart, Purely Elizabeth telah menjadi salah satu merek granola terkemuka. Dari dapur kecil di apartemen hingga mendominasi pasar nasional, perjalanan Elizabeth Stein adalah bukti bahwa inovasi dan ketekunan dapat membawa kesuksesan luar biasa.
0 Comments


- Tanpa Ronaldo, Al-Nassr Gagal Tumbangkan Esteghlal, Hosseini Jadi Pahlawan di Tehran
- 'Captain America' Bertahan di Atas 'Last Breath' saat Bioskop Sepi Selama Akhir Pekan Oscar
- Sean Baker Ukir Sejarah di Oscars 2025 dengan "Anora"
- Lonjakan Wisatawan Asing di Jepang, Antara Manfaat Ekonomi dan Tantangan Sosial
- Jadi Aplikasi Terlarang di Amerika Serikat, Miliarder Elon Musk Tetap Enggan Beli TikTok
- Simona Halep, Pemain Tenis Nomor Satu di Dunia Resmi Gantung Raket
- Tantang Dominasi Nvidia, OpenAI Siap Produksi Chip AI Sendiri
- Kesempatan Emas bagi Startup Philadelphia, Shark Tank Hadir di Kota Ini!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!