Cek Prakiraan Cuaca BMKG 2 November 2026, 19 Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Simak daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca pada Senin, 2 November 2026.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin, 2 November 2026. Sebanyak 19 wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sementara satu wilayah lainnya perlu mewaspadai potensi angin kencang.
Peringatan tersebut disampaikan melalui rilis resmi BMKG bertajuk "Peringatan Dini Cuaca Indonesia" pada Minggu, 1 November 2026. Masyarakat di daerah yang masuk dalam daftar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca buruk, terutama hujan yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia masih menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena ini turut memengaruhi kondisi kekeringan serta meningkatkan kerentanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Daftar 19 Wilayah Berpotensi Hujan pada 2 November 2026
Meski kondisi kemarau masih dominan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan tetap terjadi di sejumlah daerah. BMKG mencatat ada 19 wilayah yang perlu memperhatikan perkembangan cuaca pada Senin, 2 November 2026.
Berikut daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat:
-
Aceh
-
Sumatera Utara
-
Sumatera Barat
-
Kepulauan Bangka Belitung
-
Bengkulu
-
Banten
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Kalimantan Barat
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Selatan
-
Sulawesi Utara
-
Maluku
-
Papua Tengah
-
Papua
-
Papua Selatan
Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Papua Pegunungan. Warga di daerah tersebut diimbau memperhatikan kondisi sekitar dan mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh angin kencang.
El Nino dan IOD Positif Pengaruhi Kondisi Kemarau
Dalam rilis resminya pada Kamis, 29 Oktober 2026, BMKG menjelaskan bahwa kondisi kekeringan di Indonesia dipengaruhi oleh interaksi El Nino sangat kuat dan IOD positif. Situasi tersebut juga meningkatkan kerentanan sejumlah daerah terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Dalam periode 10 hari terakhir, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi paling banyak terpantau di Kalimantan Tengah, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan. Jumlahnya masing-masing mencapai 2.949 titik di Kalimantan Tengah, 894 titik di Papua Selatan, serta 551 titik di Sumatera Selatan.
Asap akibat kebakaran juga dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah, meliputi Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran lahan dapat memperburuk kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi di sejumlah daerah meskipun musim kemarau masih dominan. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah pada Dasarian I November 2026, yakni sekitar 50-100 milimeter per dasarian dengan cakupan mencapai 67,62 persen.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dinamika angin, serta kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan. Faktor-faktor tersebut membuat hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih perlu diwaspadai secara lokal.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mengantisipasi cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering selama musim kemarau. Salah satu langkah yang disarankan adalah menggunakan tabir surya untuk mengurangi paparan sinar Matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh.
Masyarakat juga diminta lebih memperhatikan kondisi tubuh ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Asupan cairan yang cukup diperlukan untuk membantu mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat paparan cuaca panas.
Selain itu, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan karhutla. Upaya pencegahan kebakaran perlu dilakukan bersama, terutama di wilayah yang memiliki lahan mudah terbakar.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan. Larangan ini perlu diperhatikan khususnya di kawasan lahan gambut, semak belukar, dan hutan yang rentan mengalami kebakaran.
Jika menemukan indikasi titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani lebih cepat. Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Meski musim kemarau masih berlangsung, potensi hujan ringan hingga sedang yang disertai kilat, petir, atau angin kencang tetap dapat muncul di sejumlah daerah. Masyarakat dan pemangku kepentingan juga perlu mewaspadai kemungkinan genangan, longsoran material, serta sambaran petir selama cuaca buruk berlangsung.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!