Raffi Ahmad Klarifikasi Kehadiran di Deklarasi Sumpah Pemuda: Saya Cuma Diundang
Raffi Ahmad menegaskan kehadirannya di Bundaran HI hanya untuk memenuhi undangan. Ia membantah terlibat dalam perencanaan acara dan mengaku tidak mengetahui detail susunan kegiatan deklarasi.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Raffi Ahmad akhirnya angkat bicara mengenai kehadirannya dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Presenter yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tersebut menyatakan datang hanya untuk memenuhi undangan.
Penjelasan itu disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (31/10/2026). Suami Nagita Slavina tersebut mengatakan baru mendapatkan informasi mengenai kegiatan itu pada malam sebelum acara diselenggarakan.
"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara," tulis Raffi Ahmad.
Pernyataan tersebut muncul setelah kehadirannya dalam deklarasi menjadi perbincangan publik. Kegiatan itu menuai kontroversi menyusul pengakuan seorang peserta yang menyebut dirinya bukan mahasiswa dari perguruan tinggi yang tercantum pada atribut almamaternya.
Raffi Sebut Hanya Datang sebagai Tamu Undangan
Dalam klarifikasinya, Raffi menegaskan tidak memiliki peran dalam menyiapkan maupun merancang kegiatan deklarasi. Ia juga mengaku tidak memperoleh informasi lengkap mengenai susunan agenda dan pihak-pihak yang terlibat dalam acara tersebut.
"Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tutur Raffi Ahmad.
Ia menjelaskan bahwa kedatangannya sebatas memenuhi undangan yang diterima secara mendadak. Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan kreator konten Willie Salim yang sebelumnya juga menyebut dirinya hadir sebagai tamu undangan.
Raffi turut menanggapi keberadaan sebuah merek yang terlihat di area penyelenggaraan deklarasi. Ia membantah memiliki hubungan dengan pemasangan atribut merek tersebut maupun mengatur kemunculannya dalam kegiatan.
"Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya," tegas Raffi Ahmad.
Tanggapi Kritik dan Demonstrasi Mahasiswa
Selain menjelaskan posisinya dalam acara deklarasi, Raffi juga menyampaikan tanggapan terhadap aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada 28 Oktober 2026. Ia menyatakan menghargai masyarakat yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat.
Menurut Raffi, aspirasi mahasiswa memiliki peran penting dan patut dihormati. Ia juga tidak mempermasalahkan adanya kritik yang ditujukan kepadanya selama disampaikan sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.
"Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting," ujar Raffi.
Raffi kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak menutup diri terhadap kritik, saran, maupun evaluasi dari masyarakat. Ia menyadari bahwa setiap tindakan figur publik dapat menjadi perhatian dan bahan penilaian masyarakat.
Namun, ia berharap informasi yang digunakan untuk menyampaikan kritik tetap sesuai dengan fakta. Menurutnya, tuduhan yang tidak didukung bukti perlu dibedakan dari masukan yang disampaikan berdasarkan informasi sebenarnya.
Klarifikasi tersebut menjadi penjelasan langsung Raffi setelah kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda memicu perdebatan. Ia kembali menegaskan bahwa dirinya datang sebagai undangan dan tidak ikut mengurus persiapan ataupun penyusunan kegiatan di Bundaran HI tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!