Chat Ruben Onsu ke Pria Y Ikut Dibongkar Artos Olla, Ada Pesan 'Lagi Salat Subuh Nih Ganteng'

Sahabat pria berinisial Y itu mengungkap dugaan percakapan bernada menggoda dan mengkritik citra religius Ruben Onsu. Pernyataan Artos merupakan pandangan pribadi yang belum menjadi kesimpulan hukum.

Chat Ruben Onsu ke Pria Y Ikut Dibongkar Artos Olla, Ada Pesan 'Lagi Salat Subuh Nih Ganteng'
Artos Olla mengungkap dugaan isi chat Ruben Onsu kepada pria berinisial Y yang menyebut sapaan 'ganteng' saat hendak salat Subuh. - (Dok. YouTube Reyben Entertainment).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Ruben Onsu kembali menjadi perbincangan setelah Artos Olla, sahabat pria berinisial Y, mengungkap dugaan isi percakapan pribadi antara presenter tersebut dan Y. Artos menyebut ada pesan yang menggunakan sapaan bernada menggoda, meski dalam percakapan itu Ruben dikatakan sedang membicarakan aktivitas ibadah.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya pembahasan mengenai rekaman video call yang diduga melibatkan Ruben dan Y. Artos kemudian menyampaikan kritik terhadap citra Ruben di hadapan publik serta mempertanyakan kesesuaian antara citra yang ditampilkan dan komunikasi pribadi yang ia ceritakan.

Artos Olla Bongkar Dugaan Isi Chat Ruben Onsu

Dalam pernyataannya di kanal YouTube Reyben Entertainment, Artos mengungkap dugaan percakapan yang menurut pengakuannya terjadi antara Ruben Onsu dan Y. Ia menyebut pesan tersebut memuat sapaan 'ganteng' ketika Ruben dikatakan sedang bersiap menjalankan salat Subuh.

"Ada dia lagi mau salat chat, 'lagi salat subuh nih ganteng', ada itu. Bayangkan!" ujar Artos dalam tayangan yang dikutip TribunStyle.com pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Ungkapan tersebut menjadi salah satu hal yang dipersoalkan Artos karena dinilainya memiliki nuansa personal. Namun, isi percakapan itu dalam pemberitaan ini masih berdasarkan keterangan Artos dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah diverifikasi secara independen.

Artos juga mengaitkan persoalan tersebut dengan citra religius yang menurut pandangannya selama ini ditampilkan Ruben kepada masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana citra tersebut berhubungan dengan dugaan komunikasi pribadi yang ia ungkapkan.

Kritik Artos soal Citra Religius Ruben Onsu

Artos secara terbuka menyinggung cara Ruben membangun citra sebagai laki-laki yang religius di hadapan publik. Menurut Artos, unggahan dan atribut yang ditampilkan Ruben selama ini menjadi bagian dari citra yang dikenal masyarakat.

"Kamu membranding dirimu adalah sebagai laki-laki yang soleh, dengan semua atributmu, postinganmu," beber Artos.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa kritik Artos tidak hanya berkaitan dengan dugaan isi chat, tetapi juga menyentuh persoalan konsistensi antara citra publik dan perilaku pribadi seseorang. Meski demikian, penilaian tersebut merupakan pandangan Artos yang perlu dibedakan dari fakta yang telah terbukti.

Di tengah ramainya perbincangan, dugaan percakapan tersebut turut memancing perhatian karena melibatkan pesan yang dikaitkan dengan aktivitas ibadah. Artos mempertanyakan konteks penggunaan sapaan tersebut dan menganggapnya tidak sesuai dengan gambaran Ruben yang selama ini ia kritik.

Artos Sebut Dugaan Itu sebagai Penistaan

Dalam pernyataannya, Artos bahkan menggunakan istilah penistaan untuk menggambarkan penilaiannya terhadap dugaan percakapan tersebut. Ia menyampaikan pandangan itu secara pribadi, bukan sebagai kesimpulan hukum yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

"Itu penistaan kalau menurutku," ungkap Artos.

Pernyataan tersebut perlu dipahami sesuai konteksnya, yakni sebagai pendapat Artos mengenai dugaan komunikasi yang ia ceritakan. Penggunaan istilah hukum atau keagamaan dalam sebuah kritik tidak otomatis membuktikan bahwa suatu perbuatan memenuhi unsur pelanggaran tertentu.

Untuk memastikan konteks sebenarnya, isi percakapan secara utuh dan keterangan dari pihak-pihak terkait menjadi hal penting. Tanpa verifikasi yang memadai, dugaan isi chat maupun penilaian terhadapnya tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kesimpulan final.

Artos Minta Masyarakat Menilai Perilaku, Bukan Membenci Orangnya

Di tengah kontroversi tersebut, Artos turut menyampaikan pesan kepada masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus Ruben dan Y. Ia mengaku tidak bermaksud mengajak publik membenci Ruben sebagai pribadi, tetapi meminta masyarakat menilai tindakan yang sedang dipersoalkan.

"Masyarakat buka matamu. Saya tidak mengajak untuk membenci dia, tapi bencilah perlakuan dia," tandas Artos.

Pernyataan itu menjadi penutup kritik Artos terhadap Ruben Onsu. Ia mendorong masyarakat agar tidak hanya berpegang pada citra seseorang di hadapan kamera, tetapi juga mencermati persoalan yang sedang menjadi pembahasan.

Meski begitu, publik tetap perlu membedakan antara pernyataan narasumber, dugaan yang beredar, dan fakta yang telah terkonfirmasi. Hingga informasi dalam pemberitaan ini disusun, isi chat yang disampaikan Artos masih merupakan klaim yang dikutip dari pernyataannya, sehingga konteks lengkap percakapan serta tanggapan pihak Ruben maupun Y penting untuk diketahui sebelum menarik kesimpulan.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE