JAKARTA, GENVOICE.ID - Disk Jockey (DJ) Giovanni Surya Saputra, atau yang lebih dikenal sebagai DJ Panda, diketahui melakukan pertemuan dengan aktris Erika Carlina di Polda Metro Jaya.
Kabar ini dibenarkan oleh Kasubdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Iskandarsyah, pada Jumat (31/10).
"Mereka berdua ada pertemuan untuk pembicaraan. Mereka yang akan menjelaskan ke media," ujar Iskandarsyah.
Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut membahas kemungkinan perdamaian atau restorative justice (RJ), Iskandarsyah tidak memberikan keterangan lebih jauh.
"Mereka punya inisiatif bertemu, kita hanya memfasilitasi saja," tambahnya.
Sebelumnya, Erika Carlina mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Subdit Renakta karena merasa diancam oleh DJ Panda.
"Aku cuma datang untuk melanjutkan proses hukum yang berjalan, kasih bukti-bukti juga pengancaman yang berbahaya untuk janin aku," kata Erika kepada wartawan di Polda Metro Jaya pada Kamis (24/7).
Kasus ini bermula dari laporan Erika yang mengaku menerima ancaman melalui grup WhatsApp dari seseorang bernama DJ Panda. Ia bahkan sempat menutupi kehamilannya hingga sembilan bulan karena khawatir dengan ancaman tersebut.
DJ Panda sendiri telah diperiksa oleh penyidik pada Rabu (15/10) bersama kuasa hukumnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara, DJ Panda diduga mengirimkan pesan berisi ancaman kepada Erika melalui aplikasi WhatsApp. "Korban mengetahui dari saksi berinisial B, di mana terlapor GSS mengirim pesan yang isinya mengancam akan menghancurkan karier korban," ujar Ade Ary pada Kamis (16/10).
Selain ancaman tersebut, terlapor juga disebut berencana menyebarkan berita bohong dengan menyebut bahwa anak dalam kandungan Erika bukan miliknya, serta menuding sang aktris sebagai "psikopat".
Hingga kini, pihak kepolisian masih menelusuri kemungkinan tindak lanjut hukum dari pertemuan keduanya di Polda Metro Jaya. Namun, baik Erika maupun DJ Panda belum memberikan keterangan resmi kepada publik mengenai hasil pertemuan tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!