Pidato Hari Lahir Pancasila, Prabowo Singgung Korupsi hingga Kekayaan Alam Indonesia

Pidato Hari Lahir Pancasila, Prabowo Singgung Korupsi hingga Kekayaan Alam Indonesia
- (Dok. Detik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pentingnya keberanian dalam membela kepentingan rakyat saat menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6). Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa besar harus berani mengambil keputusan sulit demi masa depan negara.

Menurut Prabowo, pemerintah tidak boleh hanya mengejar kepentingan jangka pendek yang justru berpotensi mengorbankan generasi mendatang. Ia menekankan bahwa keberanian dalam mengambil kebijakan menjadi hal penting di tengah tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung adanya kelompok-kelompok yang dinilai masih ingin mengambil keuntungan lewat praktik korupsi, penyelundupan, hingga aktivitas ekonomi ilegal lainnya. Ia menyebut proses transformasi besar yang sedang dilakukan pemerintah pasti akan menghadapi berbagai hambatan dan perlawanan.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan langkah-langkah pembenahan di berbagai sektor. Ia menilai perubahan besar memang tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut kepentingan banyak pihak.

Selain isu korupsi, Prabowo turut menyoroti pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Ia mengatakan kekayaan alam nasional selama bertahun-tahun terlalu banyak ditentukan oleh pihak asing, termasuk dalam hal pengelolaan dan keuntungan ekonomi yang dihasilkan.

Karena itu, pemerintah kini mulai melakukan sejumlah langkah baru, salah satunya melalui pembentukan badan ekspor komoditas PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurut Prabowo, kebijakan tersebut bertujuan memperkuat kontrol negara terhadap ekspor sumber daya alam agar manfaat ekonominya lebih besar dirasakan masyarakat Indonesia.

Pemerintah juga berencana memperkuat sektor hilirisasi di dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dari komoditas Indonesia sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan devisa hasil ekspor harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan nasional. Ia berharap kekayaan alam Indonesia tidak lagi lebih banyak menguntungkan pihak luar, melainkan memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini turut dihadiri sejumlah pejabat negara, menteri kabinet, serta tokoh nasional. Momen tersebut juga menjadi panggung bagi pemerintah untuk menegaskan arah kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE