Berpotensi Mundur dari Piala Dunia 2026, Indonesia Bisa Gantikan Iran? Ini Skenarionya

Berpotensi Mundur dari Piala Dunia 2026, Indonesia Bisa Gantikan Iran? Ini Skenarionya
- (Dok. Samarinda Pos).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Isu soal kemungkinan Timnas Indonesia menggantikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 ramai diperbincangkan setelah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Namun, meski terdengar menarik, skenario tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

Iran sebenarnya sudah memastikan tiket ke putaran final setelah tampil dominan di kualifikasi zona Asia. Mereka bahkan sudah masuk fase pembagian grup dan dijadwalkan tampil di laga yang sebagian digelar di Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen.

Namun, situasi keamanan yang tidak stabil memunculkan spekulasi bahwa Iran berpotensi mundur. Federasi sepak bola setempat disebut tengah memantau kondisi terkini, sementara FIFA juga dikabarkan mengikuti perkembangan tersebut dengan serius.

Jika Iran benar-benar batal tampil, pertanyaan besar muncul: apakah Indonesia bisa langsung menggantikan posisi mereka?

Tidak Otomatis Digantikan Indonesia

Berdasarkan regulasi FIFA, penggantian peserta turnamen besar tidak dilakukan secara acak. Biasanya, tim pengganti dipilih dari negara yang paling dekat dengan kelolosan, seperti peserta play-off atau tim dengan peringkat kualifikasi terbaik.

Dalam konteks Asia, ada beberapa tim yang dinilai lebih berpeluang dibanding Indonesia. Negara-negara seperti Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman disebut berada di posisi lebih kuat karena performa mereka di fase kualifikasi lebih kompetitif.

Ketiga tim tersebut memiliki jalur yang lebih dekat menuju putaran final, terutama lewat babak play-off antarkonfederasi. Hal ini membuat peluang mereka secara regulasi lebih besar jika FIFA membutuhkan pengganti darurat.

Mengapa Indonesia Sulit Menggantikan Iran?

Ada beberapa faktor utama yang membuat peluang Indonesia tergolong kecil. Pertama, Indonesia tidak mencapai fase play-off antarkonfederasi, sehingga posisinya berada di bawah tim-tim yang nyaris lolos.

Kedua, FIFA cenderung mempertimbangkan rekam jejak performa di kualifikasi sebagai acuan utama. Artinya, tim dengan progres paling dekat menuju putaran final akan diprioritaskan jika terjadi pergantian peserta.

Ketiga, penggantian peserta biasanya dilakukan berdasarkan skema kontinjensi yang sudah disiapkan jauh hari, bukan keputusan mendadak tanpa dasar peringkat kompetitif.

Peluang Tetap Ada, Tapi Sangat Tipis

Meski peluang Indonesia belum sepenuhnya tertutup, realitasnya jalur menuju Piala Dunia tetap bergantung pada performa di lapangan. Tanpa posisi kuat di fase akhir kualifikasi, peluang menggantikan Iran lebih bersifat spekulatif daripada realistis.

Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, situasi ini tetap menarik untuk diikuti. Namun, harapan terbesar agar Garuda tampil di Piala Dunia kemungkinan besar tetap harus ditempuh lewat jalur kualifikasi resmi, bukan lewat skenario penggantian darurat.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE